BAHAN AJAR
MATA KULIAH SOSIOLOGI INDUSTRI
SEMESTER GASAL 2017/2018
Oleh
Drs. Hadisuddin, M.Si
NIDN 0008096002
PROGRAM STUDI SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU, 2017.
1. PENDAHULUAN.
1.1. Latar Belakang.
Saat ini sangat sulit untuk
menemukan buku yang berjudul sosiologi industri, kalaupun ada hanya di peroleh
dari penjual buku bekas saja.dari godaan ini terlintas godaan untuk
menyimpulkan bahwa saat ini tidak ada kuliah sosiologi industri. Bahkan ada
dorongan untuk berpendapat bahwa tidak ada perhatian dari para ahli sosiologi
terhadap studi sosiologi industri. Tetapi, ketika di lakukan search dengan kata
kunci sosiologi industri, tanpak bahwa di beberapa universitas terkemuka
terdapat mata kuliah sosiologi industri, khususnya di jurusan Teknik Industri.
Lalu kalau tidak di temukan bahan bacaan yang memedai, bagaimana caranya kami
belajar dengan baik ? Untuk indonesia, yang hendak bertransformasi dari negara
agraris menjadi negara industri, kenyataannya ini sangat memprihatinkan.
Sosiologi itu ilmu yang berkenaan dengan mesyarakat. Jika kita membicarakan
sosiologi industri, ada dua masyarakat yang dapat kita bicarakan. · Pertama
adalah masyarakat tempat industri berada. Mereka bisa masyarakat yang mendorong
terbentuknya industri dan mereka yang terpengaruh dalam pengertian baik dan
buruk oleh industri. · Kedua adalah kelompok orang yang berada dalam industri
dan menjalankan industri tersebut. Kelompok orang ini mengadakan interaksi satu
sama lain sehingga dapat kita katakan sebagai masyarakat Industrialisasi yang
di anggap menonjo. Kriterianya adalah besarnya dampak industrialisasi yang
terjadi, terhabap masyarakat. Perkembangan industri (industrialisasi)
berpengaruh terhadap kondisi sosiologis masyarakat, dan sebaliknya kondisi
sosiologis masyarakat berpengaruh terhadap perkembangan industri
(industrialisasi) pengalaman historis tiga negara besar di eropa abad 17. Tiga
negara besar eropa (inggris, perancis, dan jerman) dalam proses
industrialisasinya memiliki perkembangan yang berbeda. Inggris merupakan negara
pertama yang mencapai taraf pemerintahan yang demokratis. Revolusi perancis
terjadi karena negara itu tidak demokratis.
Di Inggris, perjuangan politik berlangsung mulai awal
abad 17. Titik kulminasinya adalah revolusi yang dimulai pada tahun 1640.
Akibat revolusi: tergantinya struktur politik lama dengan struktur yang baru.
Yaitu hilangnya restriksi lama dengan berpindahnya kekuasaan politik ke tangan
kaum kapitalis dan borjuis, yang kemudian beraliansi dengan seksi aristokrasi
yang lebih progresif. Akibatnya perkembangan ekonomi di inggris maju dengan
pesat. Abad 18, inovasi teknologi mendorong metamorfosis dalam organisasi
industri inovasi ini berpengaruh terhadap penyebaran mesin-mesin dan manufaktur
hasil industri pabrik. Industri manufaktur kapas menjadikan inggris sebagai
negara maju dalam perkembangan industrial. Perancis berbeda dengan inggris,
revolusi perancis th. 1789 merupakan usaha kaum borjuis perancis untuk menggulingkan
tata aristokratik rezim lama dan untuk membentuk sebuah masyarakat yang
berdasarkan prinsip-prinsip keadilan serta kebebasan. Revolusi ini
menginstitusionalisasikan perubahan politik dan mengisyaratkan sebuah
kelengkapan organisasi masyarakat.
1.2. Pengertian Sosiologi Industri.
Sosiologi
mengkaji masyarakat yang di pandang dari sudut hubungan antarmanusia tersebut
didalam masyarakat. Jadi, pada dasarnya sosiologi mempelajari masyarakat dan
prilaku sosial manusia dengan meneliti kelompok yang dibangunnya. Sosiologi
mempelajari perilaku dan interaksi kelompok, menelusuru asal-usul
pertumbuhannya serta menganalisis pengaruh kegiatan kelompok terhadap
anggotanya. Industri merupakan aplikasi metode-metode yang kompleks dan canggih
untuk memproduksi barang dan jasa secara ekonomis. Metode yang kompleks
maksudnya adalah menggunakan mesin sebagai alat memperbaiki atau mengembangkan
kualitas dan kuantitas produksi. Jadi, manusia dan alat di gunakan untuk
memenuhi kebutuhan (manusia sebagai mahluk induatri). Industri merupakan konsep
yang tidak langsung sosio makna logis, dan sulit menentukan teoritis
orientation sepanjang garis. Istilah industri telah di ambil alih dari bahasa
akal sehat, ekonomi, dan dan sensus occupations, tanpa sosiologis cermat. Ini terutama
di gunakan dalam dua cara: sebagai sinonim dengan pabrik; dan sebagai meliputi
setiap kerja skala besar tenaga kerja dan modal. Dalam penggunaan pertama
industri manufaktur dilihat sebagai unit. Sosiologis yang telah menggunakan
istilah Indus Sidang Sosiologi (Tanaman Sosiologi). Ada banyak penelitian yang
bermanfaat menerapkan ide-ide dan konsep-konsep sosiologi industri untuk
mempelajari kantor, transportasi, restoran, dan toko bahan makanan, dan untuk
mengecualikan organisasi-organisasi ini sosiologi industri tampaknya agak
arbitrary keputusan. Pengunaan kedua istilah ini meluas. Industri, menurut
Webster adalah setiap departement atau cabang seni, pekerjaan atau bisnis.
Terutama, salah satu yang mempekerjakan banyak tenaga kerja dan modal merupakan
berbeda perdagangan atau ekonomi sistem tenaga kerja atau kebiasaan kerja.
Sosiologi Industri studi tentang prilaku administratif (di semua organisasi
struktur, tidak hanya di industri). Di sisi lain, Sosiologi Industri
mendefinisikan sebagai studi tentang hubungan sosial dalam industri, definisi
akan terlalu eksklusif, untuk itu akan keluar banyak yang relevan dan
signifikan dalam bidang studi yang telah diperhitungkan dalam industri dan
lingkungan sosial pengaruh hubungan dalam industri. Sosiologi industri adalah
bidang terapan sosiologi, dan telah tumbuh terutama luar kepentingan dalam
isu-isu seperti Produktivitas, Motivasi, dan Serikat Kerja. Sosiologi industri
tidak dinyatakan begitu banyak kurangnya implikasi teoritis dari lapangan.
Ketika dapat di tunjukkan bahwa suatu diterapkan lapangan adalah sama dan
sebangun wilayah teoritis, dan untuk menentukan tematik batas, maka ada
kemungkinan untuk melihat hubungan lain bidang studi seperti (Sosiologi
Politik) dan memanfaatkannya sebagai hipotesis dan konsep. Demikian sosilogi
industri menpunyai pemahaman yang lebih baik dari proses pengawasan dan peran
mandor sejak konsep kepemimpinan, yang diambil dari lai daerah, telah
diperkenalkan. Sosiologi Militer, di sisi lain memperoleh keuntungan dari ide
organisasi informal, pertama kali digunakan oleh sosiologi industri. Pada
hakikatnya sosiologi industri lebih menekankan pada perkembangan industri
seiring dengan perkembangan masyarakat. Hal ini mengingat antara industri dan
masyarakat mempunyai hubungan yang erat, karena adanya industri akan
menimbulkan berbagai perubahan sosial dalam masyarakat. Misalnya dengan adanya
industri, mata pencaharian hidup masyarakat berubah, dari sektor agraris
menjadi sektor industri dengan bekerja sebagai buruh pabrik. Sosiologi industri
mengkaji hubungan antara fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat dengan
kegiatan industri. Beberapa materi yang dipelajari antara lain peranan industri
dalam perubahan sosial, aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan pokok
ekonomi (produksi, distribusi, dan konsumsi), serta hubungan industri dengan
berbagai struktur yang ada dalam masyarakat. Sosiologi Industri mengkaji masalah fenomena industri dengan menitik
beratkan kajiannya pada fokus manusia dan mengaitkannya dengan faktor mesin
serta mekanisme kerja pabrik yang berorientasi pada efisiensi dan efektifitas.
Jadi, Secarah rinci sosiologi industri adalah studi tentang hubungan sosial
yang arahnya pada sistem integrasi dalam perusahaan. Studi tentang kegiatan
sosioal, ekonomi, dengan latar belakang sosial kultural.
1.3. Tahap Perkembangan Industri.
Pada akhir abad Pertengahan
kota-kota di Eropa berkembang sebagai pusat kerajinan dan perdagangan. Warga
kota (kaum Borjuis) yang merupakan warga berjiwa bebas menjadi tulang punggung
perekonomian kota. Mereka bersaing secara bebas untuk kemajuan dalam perekonomian.
Pertumbuhan kerajinan menjadi industri melalui beberapa tahapan, seperti
berikut: Sistem Domestik Tahap ini dapat disebut sebagai tahap kerajinan rumah
(home industri). Para pekerja bekerja di rumah masing-masing dengan alat yang
mereka miliki sendiri. Bahkan, kerajinan diperoleh dari pengusaha yang setelah
selesai dikerjakan disetorkan kepadanya. Upah diperoleh berdasarkan jumlah
barang yang dikerjakan. Dengan cara kerja yang demikian, majikan yang memiliki
usaha hanya membayar tenaga kerja atas dasar prestasi atau hasil. Para majikan
tidak direpotkan soal tempat kerja dan gaji.
Manufaktur Setelah kerajinan
industri makin berkembang diperlukan tempat khusus untuk bekerja agar majikan
dapat mengawasi dengan baik cara mengerjakan dan mutu produksinya. Sebuah
manufaktur (pabrik) dengan puluhan tenaga kerja didirikan dan biasanya berada
di bagian belakang rumah majikan. Rumah bagian tengah untuk tempat tinggal dan
bagian depan sebagai toko untuk menjual produknya. Hubungan majikan dengan
pekerja (buruh) lebih akrab karena tempat kerjanya jadi satu dan jumlah
buruhnya masih sedikit. Barang-barang yang dibuat kadang-kadang juga masih
berdasarkan pesanan. Sistem Pabrik Tahap sistem pabrik sudah merupakan industri
yang menggunakan mesin. Tempatnya di daerah industri yang telah ditentukan,
bisa di dalam atau di luar kota. Tempat tersebut untuk tempat kerja, sedangkan
majikan tinggal di tempat lain. Demikian juga toko tempat pemasaran hasil
industri di adakan di tempat lain. Jumlah tenaganya kerjanya (buruhnya) sudah
puluhan, bahkan ratusan. Barang-barang produksinya dibuat untuk dipasarkan.
1.4. Prinsip-Prinsip Sosiologi Industri.
Fokus dan Cakupan Sosiologi Industri Sosiologi
memusatkan perhatian kepada tindakan-tindakan manusia yang terbingkai dalam
sejumlah aturan-aturan yang dibangun oleh sekumpulan manusia itu sendiri.
Tindakan manusia juga terbingkai di dalam struktur sosial. Namun, sosiologi
juga memperhatikan aspek dinamis dari tindakan. Individu mempunyai kemungkinan
untuk mengelola tindakannya. Perspektif ini membuat sosiologi bersifat ganda.
Meskipun begitu, di antara keduanya terdapat keterkaitan yang sangat erat. Perkembangan
sosiologi tidak dapat dilepaskan dari pemikiran para tokoh sosiologi klasik
yang memberi sumbangan berharga melalui pengamatan mereka terhadap
perubahan-perubahan besar di masyarakat Revolusi industri dan berbagai revolusi
sosial politik lainnya di negara Eropa menghasilkan beragam cara pandang di
antara para sosiolog klasik mengenai perkembangan kapitalisme, rasionalisme,
serta perubahan struktur sosial. Perubahan-perubahan yang terjadi baik di
tingkat masyarakat maupun khususnya di dalam organisasi kerja memberi sumbangan
yang berarti bagi pengembangan sosiologi industri. Sosiologi memusatkan
perhatian kepada tindakan-tindakan manusia yang terbingkai dalam sejumlah
aturan-aturan yang dibangun oleh sekumpulan manusia itu sendiri. Tindakan
manusia juga terbingkai di dalam struktur sosial. Namun, sosiologi juga
memperhatikan aspek dinamis dari tindakan. Individu mempunyai kemungkinan untuk
mengelola tindakannya. Perspektif ini membuat sosiologi bersifat ganda.
Meskipun begitu, di antara keduanya terdapat keterkaitan yang sangat erat.
Perkembangan sosiologi tidak dapat dilepaskan dari pemikiran para tokoh
sosiologi klasik yang memberi sumbangan berharga melalui pengamatan mereka
terhadap perubahan-perubahan besar di masyarakat. Revolusi industri dan berbagai
revolusi sosial politik lainnya di negara Eropa menghasilkan beragam cara
pandang di antara para sosiolog klasik mengenai perkembangan kapitalisme,
rasionalisme, serta perubahan struktur sosial. Perubahan-perubahan yang terjadi
baik di tingkat masyarakat maupun khususnya di dalam organisasi kerja memberi
sumbangan yang berarti bagi pengembangan sosiologi industri. Sosiologi Industri
mengkaji masalah fenomena industri dengan menitik beratkan kajiannya pada fokus
manusia dan mengaitkannya dengan faktor mesin serta mekanisme kerja pabrik yang
berorientasi pada efisiensi dan efektifitas.
2. TEORI-TEORI DALAM SOSIOLOGI INDUSTRI.
Sosiologi
industri mempunyai cakupan teori yang sangat luas. Ada tiga penyebab luas
cakupan tersebut. - Pertama, cakupan substansi yang dibahas di dalam sosiologi
industri cukup luas. - Kedua adanya perbedaan tingkat analisis yang
menghasilkan keragaman berbagai teori. - Ketiga adalah karena teori-teori yang
digunakan di dalam sosiologi industri memiliki keragaman berdasarkan asal
pemikirannya. Luasnya cakupan seluruh teori yang digunakan di dalam
analisis-analisis sosiologi industri itu dapat dikelompokkan ke dalam tiga
kategori pendekatan. - Pertama, pendekatan non-sosiologis. - Kedua, pendekatan
sosiologis. - Ketiga, pendekatan hubungan industrial. Pendekatan non-sosiologis
di pelopori oleh kehadiran teori-teori yang mempunyai basis analisis
psikologis. Pertama dan paling populer adalah teori manajemen ilmiah atau
Taylorisme. Kedua adalah psikologi-manajerial. Sementara itu, teori-teori yang
berbasis pendekatan sosiologis dapat dilihat dari teori Durkheim yang
berpengaruh terhadap kategori teori hubungan antara manusia dari Elton Mayo,
teori Dunlop. Selain itu, teori-teori Max Weber dan Karl marx, sedangkan
teori-teori berpendekatan hubungan industrial, terbagi ke dalam kelompok
pemikiran unitaris, pluralis, dan radikalis.
3. MANFAAT SOSIOLOGI INDUSTRI.
Seperti yang telah dijelaskan di atas
sosiologi industri itu membahas tentang masyarakat atau manusia dan
mengaitkannya dengan faktor mesin serta mekanisme kerja pabrik yang
berorientasi pada efisiensi dan efektifitas. Sosiologi Industri mendefinisikan
sebagai studi tentang hubungan sosial dalam industri, definisi akan terlalu
eksklusif, untuk itu akan keluar banyak yang relevan dan signifikan dalam
bidang studi yang telah diperhitungkan dalam industri dan lingkungan sosial
pengaruh hubungan dalam industri.
Dari hal ini dapat ketahui manfaat dari sosiologi industri adalah:
a.
Melihat lebih jelas bagaimana
hubungan masyarakat dengan industry.
b.
Mengkaji lebih jelas pekembangan
industri.
c.
Melihat lebih jelas bagaimana
masyarakat mempengaruhi industri dan sebaliknya.
Dalam artian penting sosiologi
industri mempelajari kaitan gejala kemasyarakatan dengan industri. Hubungan
industri dengan berbagai subsistem yangada dalam masyarakat. Dan aktivitas yang
berkaitan dengan Produksi, Distribusi, dan Komsumsi. Ruang Lingkup Sosiologi
Industri· Secara Internal, Analisis tingkah laku manusia dalam hubungan kerja
diperusahaan atau industri. Hubungan kerja dalam industri, Organisasi industri - Manajemen industri -
Leadership dalam industri· Secara Eksternal, Analisis kegiatan manusia dengan
latar belakang sosial ekonomi dan kultural yang berbeda-beda. Tipologi
masyarakat industri - Perkembangan masyarakat industri - Birokrasi (kaitan
birokrasi dengan industri) - Analisis dampak lingkungan - CSR (Coorporate Sosial Responsibility).Masyarakat Industri bukanlah masyarakat
agraris karena dalam masyarakat industri tertanam disiplin yang tinggi dan
kompetitif berbeda dengan masyarakat agraris. Pendekatan Sosiologi Industri
· Pendekatan makro, pendekatan yang berkaitan dengan struktur lembaga-lembaga
kemasyarakatan, pola yang sudah mapan dari tingkah lakunya dan
hubungan-hubungan serta kepentingannya yang sudah stabil. Antara lain membahas
tentang: Sistem produksi yang dipilih,
pola-pola hak pemilihan, kekayaan, pendapatan anggota masyarakat (industri). Distribusi
kekuasaan dan kedudukan dalam rangka mengejar tujuan serta gaya hidup. Karakter
hirarki sosialnya, dan kaitannya dengan hirarki dalam organisasi industri dengan
berbagai konsekuensinya. Pengaruh teknologi terhadap masyarakat, bentuk
hubungan yang terjadi dalam organisasi industri. Konflik antar
kelompok-kelompok dalam organisasi industri. Dalam sosiologi industri,
pendekatan makro ditujukan untuk mempelajari suatu sistem sosial yang terdapat
dalam masyarakat industri, dengan menekankan pada analisis ekonomi dan lembaga-lembaga
kemasyarakatannya. Pendekatan mikro, membahas tentang berbagai kenyataan dalam
kehidupan sehari-hari sdan sebenarnya merupakan kritik dari sosiologi makro.
Juga membahas tentang berbagai macam interaksi yang membentuk pribadi individu
dan pengalaman subjektif dalam dunia kerja seperti: - Pola bentuk kehidupan
dunia kerja - Karakter berbagai interaksi antar induividu - Permainan dalam
organisasi – Keterlibatan.
Sosiologi Industri adalah sebagai
studi tentang hubungan sosial dalam industri, definisi akan terlalu eksklusif,
untuk itu akan keluar banyak yang relevan dan signifikan dalam bidang studi
yang telah diperhitungkan dalam industri dan lingkungan sosial pengaruh
hubungan dalam industri.
4.
TIPOLOGI MASYARAKAT SPENCER.
Spencer membangun tipologi masyarakat berdasarkan
ciri-ciri militaris dan industrial. Kedua tipe itu digunakan
sebagai ideal types atau konstruksi mental, di mana beberapa ciri atau
kekhasan masyarakat dihimpun dan ditekankan secara konseptual belaka. Artinya,
masyarakat itu diasumsikan hanya berbentuk militaris saja atau hanya
industrial, dan dalam kenyataan tidak mesti demikian adanya.
Suatu tipologi dibuat berdasarkan ciri-ciri yag paling
menonjol. Kata “militaris” dan kata “industri” menunjuk kepada suatu keadaan
sosial yang diandaikan secara mental dan tidak dihubungkan dengan ciri-ciri
lain. Tipologi tersebut dimaksudkan untuk menjangkau semua masyarakat yang
pernah ada, mulai dari masyarakat headhunters yang bercorak militaris
secara ekstrem sampai kepada masyarakat Eskimo yang terkenal mencintai damai.
Spencer berpendapat, bahwa kegiatan pokok suatau
masyarakat mempengaruhi, bahkan menentukan corak semua pranatanya. Menurut
hematnya, evolusi dari keadaanmilitaris ke arah industri terjadi di seluruh
dunia, dan ummat manusia dilihatnya sebagai suatu keseluruhan yang sama
(holisme).
Dalam masyarakat militaristis orang bersikap agresif.
Mereka lebih suka merampas saja daripada bekerja untuk memenuhi kebutuhan
mereka. Kepemimpinan atas tipe masyarakat ini berada di tangan orang yang kuat
dan mahir mempertahankan kekuasaannya dengan tangan besi, senjata, dan melalui
takhayul. Oleh karena kekuatan fisik merupakan nilai budaya yang tinggi, maka
kaum wanita mumpunyai status rendah. Mereka dipaksa untuk bekerja keras.
Absolutisme kekuasaan pemimpin menyebabkan bahwa ketakutan meresapi semua
lapisan masyarakat dan menjadi faktor yang paling menentukan dalam
mengendalikan situasi. Dipengaruhi oleh ketakutan akan roh-roh, maka rakyat
mulai menyembah para leluhur mereka. Kultur leluhurisme ini berevolusi menjadi
politeisme, dan kemudian monoteisme. Jadi di dalam masyrakat militaristis
ketakutan terhadap orang mati mendasari kekuasaan agama, sedang ketakutan
terhadap orang hidup mendasari kekuasaan politik. Kerja sama antara anggota
masyarakat berasal dari paksaan dan ketakutan. Perubahan-perubahan sosial yang
sedikit penting tidak pernah terjadi karena adanya perubahan dalam struktur,
melainkan selalu karena perubahan dalam kegiatan pokok masyarakat.
Masyarakat industri itu adalah masyarakat di
mana kerja produktif dengan cara damai diutamakan di atas ekspedisi- ekspedisi
perang. Spencer memakai kata “industri”, bukan untuk “teknologi” atau
“rasionalisasi proses kerja”, melainkan dalam arti kerja sama spontan bebas
demi tujuan damai. Ciri-cirinya adalah demokrasi, adanya kontrak kerja
yang mengganti sistem budak, liberalisme dalam hal memilih agama, ada otonomi
individu. Spencer berpendapat bahwa evolusi masyarakat industri ada
kaitannya dengan sel-sel kelamin manusia, yang sedikit demi sedikit mengalami
perubahan dan peningkatan mutu. Ini disebut genetic determination.
Faktor biologislah yang bersifat menentukan, sedang faktor kemauan manusia yang
membudayakan dirinya (cultural determination) ditolak. Sampai di zaman
sekarang masih ada serjana yang sependapat dengan Spencer dan mengatakan, bahwa
yang berkulit hitam mempunyai sel kelamin yang mutunya lebih rendah daripada
orang kulit putih.
Menurut Spencer, kedua tipe masyarakat betentangan
satu sama lain, dalam arti bahwa mereka saling menolak. Kelak pada waktunya
proses industrialisasi akan melenyapkan perang dari muka bumi. Bangsa-bangsa
akan saling bergantungan satu dari yang lain (mungkin globalisasi) sedemikian
rupa, hingga perang tidak mungkin dan merupakan tindak bunuh diri. Konflik yang
memakai kekerasan untuk menang, akan berubah menjadi persaingan di mana pihak
yang paling cerdas menang. Absolutisme negara dan diktatur orang kuat
akan menjadi anakronisme. Kaum wanita akan beremansipasi. Kebebasan individu
dan semangat untuk berdemokrasi akan menjadi nilai paling tinggi. Satu kali
masyarakat industri dibentuk, manusia tidak akan berminat lagi tehadap agama,
tetapi hanya akan berpikir tentang hidup di dunia ini.
Dalam bukunya The Man versus the State Spencer
menarik beberapa kesimpulan dari tesisnya, bahwa masyarakat industri harus
dilihat sebagai pembebasan manusia dari cengkeraman negara dan agama, yang
kedua-duanya bersifat absolutis. Individu bermasyarakat dan bernegara untuk
kepentingannya sendiri. Kerja sama antara orang dimaksudkan untuk melengkapi
kekurangan individu. Jadi mesyarakat hanya salah satu sarana saja, sebagai
tambahan dari luar untuk kehidupan individu. Individu melampaui masyarakat.
Oleh karena itu di satu pihak individu mempunyai kebutuhan yang bermacam-macam,
sedang di pihak lain ia merasa lemah dan terbatas dalam kemampuannya. Dengan
dasar pertimbangan rasional para individu membentuk suatu “kongsi” atau
“perkumpulan perseroan” atau badan kerja sama, yang disebut msyarakat atau negara.
Spencer berkata: State is a joint-stock company for the mutual protection of
individuals.
Lama sebelumnya Jean Jacques Rosseau sudah mengatakan
bahwa lahirnya masyarakat berasal dari suatu “kontrak sosial” antara individu-individu bebas. Seandainya
demikian, negara hanya bertujuan untuk melindungi dan melayani kepentingan
individu. Kensekuensi lain adalah free fight Capitalism. Sama seperti
apa yang diuraikan Adam Smith dalam buku An Inquiry into the Nature and Causes of the
Wealth of Nations, Spencer juga menentang setiap bentuk campur
tangan pemerintah dalam urusan ekonomi, seperti mengendalikan harga, memberi
lisensi bersyarat, menetapkan upah minimum buruh, dan sebagainya. Menurut
Spencer, semua badan pemerintah itu cenderung boros. Badan-badan itu
menghamburkan hasil produksi rakyat. Mereka merupakan ancaman bagi suatu
kemakmuran bersama. Itu sebabnya segala urusan ekonomi harus dipercayakan
kepada rakyat saja. Orang-orang tidak perlu kuatir dengan asumsi bahwa
tiap-tiap individu diransang oleh suatu naluri bawaan untuk mengusahakan
perbaikan dalam nasibnya. Mengingat bahwa tiap-tiap individu merupakan
pangkalan otonom yang memperjuangkan kepentingannya sendiri, dan kehidupan
ekonomi berasal dari interaksi antara pangkalan-pangkalan itu, maka pemerintah
tidak perlu berbuat lebih daripada melindungi kebebasan warga negara.
Dengan teori ini Spencer menjadi penyambung lidah
antara zaman yang amat optimistis terhadap itikad baik individu. Kalau
optimisme itu kita tempatkan dalam konteks sejarah di waktu itu tentu
saja masuk akal. Amerika Utara baru membuka gerbangnya dan memberi kemungkinan
yang rupanya tak terbatas kepada ratusan ribu emigran Eropa tanpa diskriminasi
agama atau keturunan. Justru waktu Eropa dirobek dan diceraikan oleh konflik
dan peperangan antara aliran progesif dan aliran konservatif, dan badan-badan
pemerintah menindak dan menindas baik golongan-golongan maupun
individu-individu dengan berdalih pada ajaran-ajaran dogmatis-religius, banyak
sekali emigran berpindah ke Dunia Baru dibawah panji “kebebasan”. Walaupun
individualisme Spencer dapat dimengerti, namun pandangannya bertentangan dengan
teori yang mendasari Sosiologinya. Mungkinkah kebebasan individu diselaraskan
dengan teori evolusi masyarakat? Kalau dibenarkan bahwa masyarakat suatu
organisme yang berevolusi dari keadaan serba sama kepada perubahan serba beda,
maka anggotanya mempunyai fungsi untuk melayani dan menyelamatkan seluruh
organismenya. Pandangan Sosiologi, yang memakai “organisme” atau “badan”
sebagai bagan, mestinya melihat masyarakat sebagai tunggal dan bukan sebagai
jamak. Jadi, Spencer telah menelan kembali ucapannya sendiri, atau menurut
Gouthe dalam Faust: “dua jiwa tinggal bersama-sama dalam dadaku”. Pembelokan
haluan ke arah individualisme dan atomisme dimulai dalam paragraf 221 bukunya Principles
of Sosiology.
5.
JENIS JENIS INDUSTRI |
a. Industri ekstraktif.
Pengertian
Industri ekstraktif adalah industri yang bahan bakunya diambil langsung dari
alam sekitar. Contoh : perkebunan, perhutanan, perikanan, pertanian, peternakan,
pertambangan, dan lain lain.
b. Industri nonekstraktif
Pengertian
Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan bakunya didapat dari tempat
lain selain dari alam sekitar.
c. Industri fasilitatif
Pengertian
Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya berbentuk jasa yang
kemudian dijual kepada para konsumennya. Contoh : Asuransi, perbankan,
ekspedisi, transportasi dan lain sebagainya.
d.
Industri Berdasarkan Besar Kecil Modal
1)
Industri padat modal
Pengertian Industri Padat Modal
adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan
operasional maupun pembangunannya.
2)
Industri padat karya
Pengertian Industri Padat Karya
adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja
atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.
e. Industri
berdasarkan klasifikasi atau penjenisannya.
1)
Industri kimia dasar. contohnya :
industri semen, obat-obatan, pupuk, kertas dan
sebagainya.
2)
Industri mesin dan logam dasar.
Contohnya : industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, industri tekstil dan
lain sebagainya.
3)
Industri kecil. Contohnya : industri
roti, makanan ringan, es, minyak goreng curah, kompor minyak dan lain
sebagainya.
4)
Aneka industri. Contohnya : industri
pakaian, industri makanan dan minuman dan lain sebagainya.
f.
Industri berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja.
1)
Industri rumah tangga. Pengertian
Industri Rumah Tangga adalah industri yang jumlah karyawan atau tenaga kerjanya
berjumlah antara 1 sampai dengan 4 orang.
2)
Industri kecil. Pengertian Industri Kecil
adalah industri yang jumlah karyawan atau tenaga kerjanya berjumlah antara 5
sampai dengan 19 orang.
3)
Industri sedang atau industri
menengah. Pengertian Industri Sedang adalah industri yang jumlah karyawan atau
tenaga kerjanya berjumlah antara 20 sampai dengan 99 orang.
4)
Industri besar. Pengertian Industri
Besar adalah industri yang jumlah karyawan atau tenaga kerjanya berjumlah
antara 100 orang atau bahkan lebih.
g. Industri
Berdasarkan Produktifitas Perorangan.
1)
Industri Primer. Pengertian Industri
Primer adalah industri yang barang-barang produksinya bukan merupakan hasil
olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu. Contohnya : hasil produksi
pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan sebagainya.
2)
Industri Sekunder.Industri Sekunder adalah
industri yang bahan mentahnya diolah, yang nantinya hasil dari olahan tersebut
menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali. Contohnya : pemintalan benang
sutra, komponen elektronik dan sebagainya.
3)
Industri Tersier. Pengertian
Industri Tersier adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan
jasa. Contohnya : telekomunikasi, perawatan kesehatan, transportasi dan lain
sebagainya.
6. Jenis-Jenis
Industri di Indonesia
Jenis-jenis
industri di Indonesia digolongkan menjadi 12 kelompok, yaitu sebagai berikut :
1) Industri pengolahan pangan
Yang
termasuk industri pengolahan bahan pangan adalah penggilingan padi, pembuatan
minyak kelapa sawit dan minyak nabati lainnya, pembuatan tapioka, pabrik teh,
pabrik kopi dan coklat, pabrik-pabrik es, pengolahan gading, ikan, dan
pembuatan mie (termasuk pabrik mie instan), roti, pengawetan ikan, buah-buahan
dan jamur, pembuatan susu bubuk, tepung, permen, biskuit, pembuatan kecap,
terasi, dan pabrik gula.
2) Industri tekstil
Industri
tekstil besar dan kecil banyak terdapat di Jawa Barat, daerah khusus Ibu Kota
Jakarta, dan sebagian terdapat di Jawa Tengah. Dalam industri ini termasuk
industri batik yang banyak terdapat di Jawa Tengah, terutama di Yogyakarta,
Solo, dan Pekalongan.Kemajuan industri tekstil sangat pesat setelah ditemukan
mesin-mesin modern. Penemuan mesin-mesin ini mengakibatkan industri kecil tenun
gulun tikar.
3) Industri barang kulit
Industri
barang dari kulit menghasilkan tas, koper, sepatu, sepatu, kipas, wayang,
sandal; ikat pinggang, dan barang-barang kerajinan kulit lainnya. Industri ini
banyak terdapat di dalam sentra-sentra industri di Jawa. Adapun industri
pengolahan kulit tidak termasuk ke dalam kelompok ini. Namun dewasa ini
industri barang dari kulit perkembangannya tidak pesat, karena disaingi kulit
sintetis.
4) Industri pengolahan kayu
Industri
pengolahan kayu mengahasilkan bahan bangunan dan perbot rumah tangga, seperti
meja, kursi, dan pigura. Industri besar pengolahan kayu menghasilkan kayu
lapis. Industri pengolahan kayu banyak diekspor ke Eropa, Timur Tengah, Jepang,
dan Amerika.
5) Industri pengolahan kertas
Perkembangan
industri pengolahan kertas berbentuk industri besar yang menghasilkan
barang-barnag dari kertas tulis biasa, kertas bungkus dan karton, kertas hias
dan tisu. Industri ini terdapat antara lain di Pematang Siantar (Sumatera),
Padalarang, Blabak, Bayuwangi (Jawa), dan Martapura (kalimantan).
6) Industri kimia farmasi
Industri
kimia dan farmasi menghasilkan zat asam, garam kimia, pupuk, pembasmi serangga,
plastik, serat buatan, bahan-bahan kecantikan, cat, pernis, dan obat-obatan.
Perkembangan industri kimia dan farmasi sangat pesat, khususnya di kota-kota
besar.
7) Industri pengolahan karet
Industri
pengolahan karet terutama menghasilkan ban luar dan ban dalam untuk kendaraaan
bermotor maupun tidak bermotor. Kecualiitu, industri ini juga menghasilkan
barang-barang lain seperti bola, mainan anak, keperluan rumah tangga, keperluan
kelengkapan mobil, pesawat motor dan kapal.
8) Industri barang galian bukan logam
Industri-industri
besar barang galian bukan logam menghasilkan semen, gelas, dan kaca. Industri
ini juga manghasilkan keramik dan asbes. Pabrik semen yang besar terdapat di
Padang (Sumatera Barat), Tonasa, (Sulawesi Selatan), Gresik (Jawa Timur),
Cibinong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), dan beberapa tempat lainnya.
Pabrik pupuk terdapat di Palembang dan Kalimantan Timur. Industri semen
berkembang pesat karena semakin banyak bangunan yang terbuat dari beton.
9) Industri baja / pengolahan logam
Industri
baja yang besar terdapat di Cilegon, Jawa Barat yang menghasilkan antara lain
plat baja, pipa baja, dan kabel-kabel baja. Industri yang tidak begitu besar
menghasilkan atap seng, besi, beton, pipa-pipa besi dan lainnya, dan bahkan
pisau silet.
Industri
baja sangat pesat perkembangannya, banyak dibutuhkan untuk industri karoseri
mobil dan perusahaan angkutan lainnya.
10) Industri peralatan
Industri
peralatan menghasilkan terutama alat-alat transtasi dan alat berat serta
kendaraan lainnya, dalam bentuk:
1)
Pesawat terbang yang dihasilkan PT. Dirgantara
Indonesia (dahulu IPTN) di Bandung
2)
Kapal laut yang dihasilkan PT PAL di Surabaya
3)
Perakitan mobil dan sepeda motor di Jakarta
dan Karawang
4)
Alat-alat elektronik dan perakitannya di
Jabotabek
5)
Alat-alat pertanian dan alat-alat pertukangan
di Karawang dan Depok.
11) Industri pertambangan
Industri
pertambangan umumnya berupa industri besar dengan seluruh atau sebagian
menggunakan modal asing. Misalnya tambang minyak oleh beberapa perusahaan asing
di samping Pertamina milik Indonesia sendiri, tambang timah, tambang nikel, dan
tambang tembaga. Tambang tembaga dikelola PT Freepost di Irian Jaya ternyata
juga menghasilkan emas dalam jumlah yang cukup banyak.
12) Industri pariwisata
Indonesia
mempunyai potensi untuk mengembangkan industri pariwisata. Orang asing mengenal
Indonesia sebagai negara yang indah panoramanya, beragam budayanya, dan ramah
tamah orangnya. Indonesia berbenah diri untuk mengembangkan potensi pariwisata
baik potensi alam budaya, maupun historis, guna meraih devisa yang besar.
Pencanangan pariwisata Indonesia dimulai tahun 1991. tahun ini dinyatakan
sebagai tahun kunjungan ke Indonesia atau visit “Indonesia Year 1991”.
Dengan pencanangan ini diharapkan diharapakan diharapkan jumlah wisatawan
mancanegara yang datang ke Indonesia meningkat.
Untuk itu
perlu adanya peningkatan pelayanan terrhadap wisatawan seperti yang tercakup
dalam program Saptapesona. Isi program Saptapesona adalah sebagai berikut:
1)
Keamanan
2)
Ketertiban
3)
Kebersihan
4)
Kesejukan
5)
Keindahan
6)
Keramahtamahan
7)
Kenangan
Kenangan yang perlu mendapatkan perhatian meliputi empat unsur :
a. Akomodasi
nyaman, bersih dan pelayanan yang memuaskan
b. Makanan khas
daerah yang lezat dan menarik
c. Atraksi
kebudayaan yang mempesona
d. Cindera mata
yang menawan dan murah harganya.
Para
industri pariwisata yang menjadi objek wisata dibedakan dua macam, yaitu:
1.
Objek alam (pantai, taman laut, air terjun dan
pemandangan alam lainya).
2.
Objek budaya (hasil seni, tarian, hasil kerajinan tangan,
keramahtamahan, serta berbagai upacara adat).
7. Program Pengembangan Masyarakat
(CSR)
Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas dimana pasal 74 menjelaskan
tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan bagi perusahaan yang
menjalankan usahanya di bidang dan atau yang berkaitan dengan sumberdaya alam,
menyatakan tentang kewajiban untuk pelaksanaan tanggung jawab sosial dan
lingkungan.
CSR merupakan tanggung jawab sosial perusahaan untuk menjaga kelancaran kegiatan
operasional perusahaan. Kenapa Perusahaan melaksanakan CSR?. Motif Internal: Kesadaran
perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat untuk meningkatkan
kualitas hidup masyarakat; Motif Keamanan; Lingkungan
yang kondusif dari masyarakat agar kegiatan operasional perusahaan berjalan
lancar (security based on community);
Motif Tuntutan; adanya kebutuhan dari masyarakat; dan Motif bisnis yakni peningkatan produk
value perusahaan agar dapat diterima pasar.
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)
atau yang lebih dikenal sebagai Corporate
Social Responsibility (CSR) merupakan suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai
kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap
sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. CSR merupakan fenomena
strategi perusahaan yang mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan
stakeholdernya. CSR timbul sejak era
dimana kesadaran akan sustainability perusahaan jangka panjang adalah lebih
penting daripada sekedar profitability. Elkington (1998) telah mengemas
CSR ke dalam tiga fokus: 3P, singkatan dari profit,
planet dan people. Perusahaan
yang baik tidak
hanya memburu keuntungan ekonomi belaka (profit).
Melainkan memiliki kepedulian terhadap
kelestarian lingkungan (planet) dan
kesejahteraan masyarakat (people).
Ada sejumlah unsur-unsur penting dalam CSR,
yakni: partisipasi, kerjasama, kemandirian, serta peningkatan taraf hidup
masyarakat. Bagi perusahaan, program CSR adalah suatu program yang dikembangkan untuk masyarakat
yang terkena dampak. Pada prinsipnya
program CSR yang dikembangkan, merupakan pelengkap dari program pembangunan
yang dilakukan pemerintah maupun masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu,
kemitraan diantara ketiganya merupakan prasyarat CSR. Model relasi antar
ketiganya serta tahap-tahap pengembangan CSR tersaji dalam gambar.
Gambar tersebut merupakan salah
satu model pendekatan CSR yang dapat
ditempuh oleh Perusahaan,
Pemerintah Lokal (Kades dan Camat) dan Pemerintah Kabupaten serta masyarakat
setempat. Model pendekatan tripartit ini dapat saja diaplikasikan dengan
berbagai pendekatan lain yang dianggap lebih kooperatif.
Model Pendekatan CD: Hubungan Tripartit antara Perusahaan,Pemerintah
dan Masyarakat
Pelaksana program CSR adalah Tim CSR dari
masyarakat setempat yang ditunjuk oleh mereka sendiri. Tim ini terdiri dari
tokoh masyarakat, pemuda, tokoh tani, ulama dan lain-lain sekaligus bertindak
sebagai perencana program. Pelaksana program CSR juga bisa dilakukan oleh
perusahaan, bila diminta masyarakat. Artinya, setelah disepakati oleh
masyarakat, perusahaan dan Pemerintah tentang jenis kegiatan, biaya dan lokasi
kegiatan, perusahaan bisa langsung merealisasikan kegiatan tersebut tanpa harus
menyerahkan dana tunai ke masyarakat. Adapun peranan Pemerintah Kabupaten,
Kecamatan dan desa terkait adalah memfasilitasi serta mesinergikan atau menselaraskan program CSR
yang diajukan masyarakat dengan program pembangunan yang direncanakan
pemerintah.
Jika
program CSR yang diajukan masyarakat sama dengan program yang telah
direncanakan pemerintah, maka perusahaan tidak harus menyediakan seluruh dana
yang dibutuhkan, tetapi bisa bekerjasama dengan pemerintah setempat dalam
merealisasikan program CSR yang diajukan masyarakat. Disamping itu, pemerintah
juga sekaligus bertindak sebagai pengawas pelaksanaan program CSR. Kerjasama
dan koordinasi dengan pemerintah perlu dilakukan guna meringankan beban biaya
yang ditanggung pihak perusahaan serta untuk menghindari tumpang tindih
pelaksanaan program. Selanjutnya perlu juga dikonfirmasikan dengan pemerintahan
terkait mulai dari tingkat Desa, Kecamatan. Dengan demikian, diharapkan tidak
terjadi kecemburuan sosial baik antar individu atau kelompok masyarakat di sekitar
wilayah studi.
Masyarakat setempat juga perlu tahu bahwa
dana kompensasi CSR bukan dalam bentuk uang tunai (fresh-instant money), tetapi dikondisikan dalam bentuk pembinaan
dan pemberdayaan keterampilan serta pendidikan masyarakat yang terkait dengan
kegiatan perusahaan.
Program CSR ditujukan kepada masyarakat yang tekena dampak yaitu
masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan perusahaan. Sebagai cacatan
bahwa program tersebut perlu disesuaikan dengan kemampuan perusahaan dan kebutuhan masyarakat setempat yang
terkait dengan wilayah studi.
Berdasarkan potensi sumberdaya alam dan
kondisi sosial ekonomi masyarakat, maka
alternatif program CD yang dapat dilakukan
oleh perusahaan dengan criteria meliputi hal-hal sebagai berikut:
· Kebutuhan Masyarakat:
Program CSR disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sehingga dapat memberikan
manfaat yang lebih luas.
· Spesifik :
Program ditujukan sesuai dengan isu sosial yang spesifik dan dilakukan dengan
pendekatan yang inovatif.
· Potensial:Dalam
jangka panjang, secara potensial akan dapat mengatasi isu-isu social.
· Strategis:
Program secara strategis ditujukan untuk mengantisipasi masalah sosial dan akan
mempertegas pencapaian tujuan.
· Kemitraan: Perencanaan program serta implementasinya dapat
bermitra dengan pemerintah, LSM, dan perguruan tinggi.
Adapun alternatif jenis-jenis program CSR yang dapat
dilakukan oleh perusahaan meliputi hal-hal sebagai berikut :
(1)
Peningkatan mutu pendidikan dan derajat kesehatan masyarakat;
(2)
Komponen kegiatan yang berkaitan dengan Pengadaan/rehabilitasi Sarana dan Prasarana;
(3)
Pelatihan keterampilan usaha kecil menengah (UKM);
(4)
Pertanian dan
Perikanan;
(5)
Pembinaan dan
Peningkatan Keterampilan Pemuda;
(6)
Kemitraan/
Peningkatan Aktifitas Ekonomi Rakyat;
(7)
Komponen Kegiatan
Sosial Budaya.
8.
Beberapa persoalan yang dihadapi dalam
masyarakat terkait dengan aktifitas industri sebagai bagian dari upaya kemajuan
masyarakat itu sendiri.
- Kondisi sumber daya manusia yang tersedia yang tidak sinergik
dengan kebutuhan sumber daya yang dibutuhkan industri itu sendiri.
a. Kebanyakan industri yang hendak dibangun di
suatu tempat adalah industri yang berskala besar dengan kebutuhan tenaga kerja
yang juga besar, tetapi sebagian tenaga kerja yang ada rara-rata berpendidikan
SMA ke bawa, dengan nol keterampilan (agak lumayan bagi mereka yang berasal
dari SMK. Sedikit memiliki keterampilan khusus. (Komputer, Juru masak yg dari
tata boga, bangunan, listrik dst).
b. Industri besar, identik dengan pemanfaatan
mesim-mesin dan mekanik yang serba canggih, sehingga hampir pemanfaatan tenaga
manusia semakin berkurang. Karena tujuan atau sasaran dan prinsip utama dari
sebuah industri adalah Efisiensi dan Evektifitas, mengejar keuntungan yang
sebesar-besarnya dengan pemanfaatan tenaga yang sekecil-kecilnya.
c. Karena itu tidak mengherankan jika
industri-industri yang dibangun di daerah-daerah atau di desa-desa menjadikan
warga masyarakat sebagai penonton setia dan tidak terlibat sedikitpun dalam
proses kegiatan industri. Pada saat seperti ini masyarakat sangat mudah
tersulut emosi, gampang dipengaruhi dan pada saat seperti ini pula biasanya
dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan perlawanan terhadap
pihak pemilik industri dengan berbagai jenis tuntutan, termasuk tuntutan yang
tidak mendasar.
-
Menuntut agar dipekerjakan
-
Menuntut agar lahan mereka diganti rugi dengan harga yang tentu sangat
tinggi
-
Menuntut agar tenaga kerja lokal mendapat perhatian khusus
-
Menuntut agar gaji mereka tinggi
-
Menuntut agar mereka diberi hak cuti, hak mendapatkan pesangon
sekalipun dia sendiri yang berhenti, bukan diberhentikan.
-
Menuntut agar usaha-usaha mereka dilibatkan dalam perusahaan.
-
Dll.
- Sumber daya alam yang tersedia dalam jumlah besar dan melimpah
(diperebutkan investor) akibatnya dikelola dengan tidak memperdulikan
kesinambungan dan keselamatan lingkungan.
- Kemanan (sekurity)
- Sumber daya energi (listrik) yang tidak mampu
- Proses birokrasi yang berbelit
- Pelayanan publik yang tidak kapabel (lempar sana lempar sini),
padahal sejak puluhan tahun silam (debirokratisasi dan deregulasi)
- Perlawanan dari pihak LSM tertentu
- Modal (bagi industri kecil), lemahnya perhatian swasta, perbankan
dsb. (banyak industri yang gulung tikar)
- Tidak ada studi kelayakan antara industri dengan pangsa pasar
(keutuhan masyarakat setempat).
- Pencemaran lingkungan (Air, Udara, Bising dll).
9.
Dampak Industri Terhadap Masyarakat.
Tidak bisa diingkari bahwa hadirnya industri;
disatu sisi jelas membawa dampak positip, namun di sisi lain jelas pula dampak
negatifnya. Dampak positifnya antara lain:
a. Hadirnya industri memberi peluang hidup yang
lebih bagus, khuusnya masyarakat yang ada di sekitar industri
b. Dengan hadirnya industri lowongan kerja
terbuka bagi masyarakat
c. Peluang berusaha-pun terbuka lebar bagi
masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang tidak sempat menjadi bagian dari
industri (bukan karyawan/tenaga kerja).
d. Membuka pola pikir masyarakat agar bisa
memanfaatkan peluang-peluang yang terbuka (sebagai tenaga kerja dan sebagai
pengusaha di sektor informal).
e. Dapat mengangkat status sosial masyarakat
(peningkatan status sosial ekonomi dan seterusnya).
f. Bisa meningkatkan pendapatan asli daerah.
g. Pembangunan inprastrukturbisa lebih maju pesat
h. Lahan usaha bisa berubah dengan penghasilan
yahg lebih memadai.
i.
Ada CSR yang bisa menjadi modal usaha bagi masyarakat
Namun demikian dampak negatifnya tidak bisa dihindari pula antara
lain:
a. Tata ruang berubah fungsi dari yang tertutup
menjadi terbuka, sehingga terjadi pemanfataan lahan yang berlebihan.
b. Dari aspek lingkungan pemanfaatan sumber daya
alam yang berlebihan dapat mengakibatkan munculnya persoalan baru (misalnya
banjir, longsor atau jenis kerusakan lingkungan lainnya)
c. Biota perairan dan biota darat bisa akan
semakin berkurang dan itu berarti merusak lingkungan alam.
d. Pencemaran udara, air dan laut sangat bisa
terjadi.
e. Terjadi kebisingan yang dapat merusak
pendengaran masyarakat
f. Nilai-nilai dan norma-norma budaya yang ada di
masyarakat bisa terkontaminasi dengan nilai- nilai baru yang masuk melalui
sela-sela kehidupan masyarakat industri yang tidak sempat teramati dan
terawasi.
g. Pergaulan masyarakat di sekitar industri bisa
berubah seketika dan tidak selamanya pergaulan tersebut bermakna positif.
h. Yang jelas akan terjadi pergeseran
nilai-nilai.
materi ini di dapat langsung dari dosen yang mengajar matakuliah sosiologi industri.
terimkasih..
semoga bermanfaat.,,,