Rabu, 24 Mei 2017


Rabu 24 Mei 2017, 16:30 WIB



Gempa 5,7 SR Terjadi di Morowali Sulteng
























Jakarta - Gempa bumi berkekuatan 5,7 Skala Richter (SR) terjadi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Dilansir dari situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rabu (24/5/2017), gempa terjadi pukul 16.10 WIB. Gempa berada di 31 Km tenggara Morowali.



Lokasi gempa berada di 2.78 LS dan 122.17 BT. Kedalaman gempa 10 Km.

Belum ada laporan terjadinya kerusakan termasuk laporan mengenai ada tidaknya korban.


untuk lebih lengkap silahkan kunjungi ;

Selasa, 23 Mei 2017

Selamat pagi ,  semoga sehat selalu semuanya ya  ,😬😬😬😬

Postingan kali ini gue pengen nulis Cara Penulisan Proposal Penelitian😜😜😜 , karena kebetulan di bangku perkuliahan ane dapat tugas membuat proposal penelitian dari dosen kesayangan ane, sempat bingung dan ngilu sih dengernya “eaak”.  Gimana ngga bingung, semester 4 udah di suruh buat proposal penelitian terus di presentasikan lagi “tambah horror kan” ..   tapi ngga usah bingung apalagi galau ”baper”.. hahaha… 
Oke, langsung aja di simak gan,, gais,, dan inces,, wkwkwkπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€


FORMAT PROPOSAL KUANTITATIF

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERSETUJUAN
DAFTAR ISI

I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
1.2. Perumusan Masalah
1.3. Tujuan Penelitian
1.4. Manfaat Penelitian
1.5. Metode Penelitian

II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Kerangka Teori
2.2. Hipotesis (kalau ada)
2.3. Definisi Konsep
2.4. Operasionalisasi Variabel

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN:
1.      Rencana isi Skripsi
2.      Kuesioner atau  daftar pertanyaan penelitian





FORMAT PROPOSAL KUALITATIF

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERSETUJUAN
DAFTAR ISI

I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
1.2. Perumusan Masalah
1.3. Tujuan Penelitian
1.4. Manfaat Penelitian
1.5. Metode Penelitian

BAB II. KAJIAN PUSTAKA
2.1. Kajian Pustaka
2.2. Definisi Konsep


DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN:
1.      Rencana isi Skripsi
2.      daftar pedoman wawancara/pengamatan





Demikian  cara penulisan proposal penelitian dari saya . bukan mau niat ngajarin yaa…. Gue Cuma ingin berbagi doang… berbagi itu indah bukan “pretttttt”….
Untuk kelas A, jurusan sosiologi Untad tetap semngat kerja proposalnya yaaa,,, salam gemainscaftπŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡..

 Penulis : SuastraπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚






Sabtu, 20 Mei 2017

Dia

Sudah lama ku  bersama mu...
Tak ada kata lain selain ucapan terimakasih untuk mu.
Untuk waktu yang selalu kau luangkan untuk ku..
Terimakasih.. terimakasih...

Jumat, 19 Mei 2017

Hai, Socius.
saya hari ini mau membahas prospek kerja bagi lulusan Sarjana Sosiologi (S.Sos). Diantara kalian pasti banyak yang bertanya setelah jadi Sarjana Sosiologi nanti kerja apa ya. Apalagi masih banyak segelintir orang yang mungkin belum mengerti prospek kerja sarjana sosiologi ini. Nah, daripada bingung nih. Yuk disimak artikel ini sampai selesai. Semoga bermanfaat ^_^

Prospek Kerja Sarjana Sosiologi: 
No.
Macam Kompetensi
Kualifikasi Bidang Kerja
Instansi
1.
Kompetensi utama: 1. Pemahaman teori umum
2. Metodologi penelitian (kuantitatif dan kualitatif)
3. Analisis dan interpretasi data (kuantitatif dan kualitatif)
4. Kemampuan diplomasi (negosiasi, retorika)
5. Network (modal sosial)
6. Leadership
7. Penguasaan IT
Bidang Kerja Utama: a. Social Analist
b. Peneliti/ Ilmuwan
c. Konsultan
d. Perencana
Pembangunan
e. Tenaga Pendidik

- Instansi Pemerintah (Misal; Bappenas/ Bappeda, Depsos, Menko Kesra dan Taskin, MenNeg Pemberdayaan Perempuan, Depdiknas, Deptan dan Legislatif)
- Instansi Swasta (Corporate dan Sosial).
2.
Kompetensi Pendukung: 1. Metode Pemberdayaan Masyarakat
2. Communication Skill
3. Bahasa Inggris
4. Managerial skill
5. Pengembangan diri (ESQ).
6. Menulis ilmiah
Bidang Kerja Tambahan: a. NGO
b. Jurnalis
c. Wirausaha Mandiri
d. Analis Pasar


Sebenarnya banyak peluang dan kesempatan karir yang bisa dicapai oleh sarjana sosiologi, seperti perkerjaan sebagai guru, dosen, peneliti atau konsultan. Untuk yang berminat bekerja sebagai dosen di PTN/PTS disarankan untuk melanjutkan kuliah program S2 atau bergelar master. Peluang untuk jadi guru di SMU di sejumlah wilayah di Indonesia sangat terbuka lebar sejak beberapa tahun terakhir ini.

Pemda dan sejumlah departemen seringkali membutuhkan displin sosiologi untuk mempelajari kondisi dan kebutuhan masyarakat. Hasil studi tersebut mereka gunakan untuk bahan pertimbangan dan menentukan kebijakan pembangunan (public policy) bagi masyarakat atau program kepentingan layanan publik (social service).

Pemerintah juga membutuhkan ilmu sosiologi dalam merencanakan kota, memberdayakan komunitas miskin, program bagi komunitas khusus kota (misal nelayan, gelandangan, anak jalanan, sosialisasi-rehabilitasi), mendesain tata ruang, masalah transportasi, lalu lintas (kemacetan kota).

Untuk pembangunan wilayah regional-perdesaan, pemerintah memerlukan sarjana  sosiologi untuk sejumlah kegiatan dan program. Mulai dari tenaga peneliti di lapangan (interviewer), mediator maupun fasilitator program permberdayaan masyarakat desa. Status pekerjaan ini bisa bersifat sebagai pegawai tetap (PNS), proyek kerjasama, maupun sebagai mitra paruh waktu (part time).

Sarjana sosiologi juga bisa berkiprah di perusahaan bisnis untuk melakukan atau mengkoordinir sejumlah riset pasar yang nanti dapat dilakukan oleh enumerator lapangan untuk sebuah produk. Pemahaman tentang prilaku konsumsi dan prilaku konsumen tentu berhubungan dengan masalah sosial dan budaya, karena menyangkut kebiasaan (habit) sikap (attitude) dan prilaku (manner/behavior) dari masyarakat. Lapangan lain yang dapat diterjuni adalah lembaga HRD atau Litbang perusahaan/instansi tersebut.

Di Indonesia pasca Orde Baru, cukup banyak tumbuh-berkembang berbagai ornop, lembaga penelitian, dan pusat studi kajian, pers dan penerbitan. Semua itu harusnya menjadikan peluang kerja sarjana sosiologi juga bertambah dan beragam. Tak ada salahnya juga bekerja dalam dunia advokasi, pendampingan rakyat, bagus juga jadi pengamat sosial atau terjun ke dunia jurnalistik sebagai wartawan atau reporter (koresponden). Tentu saja karir-karir tersebut memerlukan pemahaman yang baik terhadap masyarakat dan keterampilan (ketajaman) akan analisis sosial yang lumayan.
sekian,,
salam gemainscaft




SEMOGA MEMBANTU ^-^

PENULIS  suastra

sumber ;
<iframe align="center" frameborder="yes" height="400px" name="frame1" scrolling="auto" src=" http://hmjsos-unila.blogspot.co.id/2013/10/prospek-kerja-lulusan-sarjana-sosiologi.html
" style="border: 1px solid;" width="98%"></iframe>


Rabu, 17 Mei 2017

prktek pengenalan lapangan (PPL) DESA TANJUNG PADANG

LAPORAN HASIL PRAKTEK PENGENALAN LAPANGAN
METODOLOGI PENELITIAN SOSIOLOGI I

LAMBANG UNTAD

DISUSUN OLEH :

I KADEK SUASTRA               B 201 15 009   NUR HIKMAH            B 201 15 019
I MADE AGUS ANDRIANA B 201 15 022   WARDAWATI            B 201 15 036
FIKRI NUR                             B 201 15 020   SULISTIANI                B 201 15 027
RIFALDI                                 B 201 15 008   IRAWATI                    B 201 15 007
NIRWAN                                 B 201 15 041


PRODI SOSIOLOGI
JURUSAN SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS TADULAKO
2017


LAPORAN HASIL PRAKTEK PENGENALAN LAPANGAN
METODOLOGI PENELITIAN SOSIOLOGI I
Desa Tanjung Padang, Kec Sirenja, Kab Donggala

 Hasil penelitian :(1) Implementasi Kebijakan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Tg. Padang  berjalan kurang lancar. Hal ini dapat terlihat dari tahap persiapan berupa penyusunan Daftar Usulan Rencana Penggunaan Dana, penyelesaian setiap kegiatan sampai dengan tahap laporan pertanggungjawaban yang tidak melibatkan seluruh tim pelaksana ADD; (2) Pencapaian tujuan Alokasi Dana Desa belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya penyelenggaraan pemeritahan, pembangunan dan kemasyarakatan, menurunnya kemampuan lembaga kemasyarakatan di desa dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan serta kurangnya partisipasi swadaya gotong royong masyarakat; dan (3) Beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Tg. Padang adalah komunikasi, kemampuan sumber daya, sikap pelaksana, dan struktur birokrasi.
Penelitian ini adalah: (1) Implementasi Kebijakan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Tanjung Padang termasuk katagori tidak terlaksana dengan baik; dan (2) kemampuan sumber daya, sikap pelaksana, dan struktur birokrasi yang tidak efektif menjadi faktor kegagalan implementasi kebijakan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Tanjung Padang.

DAFTAR ISI

HASIL LAPORAN   ............................................................................................ ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN     ..................................................................................1
1.1  Latar Belakang      ................................................................................. 1
1.2  Rumusan Masalah             ..................................................................... 1
1.3  Tujuan Penelitian  ................................................................................. 1
1.4  Manfaat atau Kegunaan penelitian           ............................................. 2
BAB II PEMBAHASAN      ................................................................................. 3
2.1 Pengertian ADD     ................................................................................. 3
            2.2 Prinsip dan tujuan alokasi dana desa         ......................................................... 3
            2.3 Tabel         ............................................................................................. 5
BAB III PENUTUP   ............................................................................................. 9
            3.1 Kesimpulan           ................................................................................. 9
            3.2 Saran         ............................................................................................. 9
DAFTAR ISI ......................................................................................................... 10
            LAMPIRAN ............................................................................................... 10


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar belakang
                  Untuk membangun basis yang kuat bagi demokrasi, partisipasi rakyat, keadilan, dan pemerataan pembangunan sekaligus memperhatikan kebutuhan masyarakat lokal yang berbeda-beda, pemerintah bersama lembaga legislatif mengesahkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Unsur penting dalam kedua undang-undang ini adalah bahwa penguasa daerah (gubernur, bupati, walikota) harus lebih bertanggungjawab kepada rakyat di daerah.Berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2004 daerah diberikan otonomi yang seluas-luasnya untuk mengurus semuape nyelenggaraan pemerintah diluar kewenangan pemerintah pusat untuk membuat kebijakan daerah yang berhubungan dengan peningkatan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat, serta otonomi yang nyata dan bertanggung jawab. Nyata artinya, melaksanakan apa yang menjadi urusannya berdasarkan kewenangan yang diberikan dan karakteristik dari suatu wilayah sedangkan bertanggung jawab adalah otonomi yang dalam penyelenggaraannya harus sejalan dengan maksud dan tujuan pemberian otonomi yaitu memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

            Pemberian ADD merupakan wujud pemenuhan hak desa dalam rangka penyelenggaraan otonomi desa. ADD bersumber dari bagian dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh kabupaten diluar Dana Alokasi Khusus (DAK) setelah dikurangi belanja pegawai. Sasaran ADD adalah seluruh desa yang ada dalam wilayah kabupaten setempat. Penggunaan ADD 40% untuk mendukung penyelanggaraan pemerintahan desa dan penguatan peran kelembagaan masyarakat desa, sedangkan 60% untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat desa.

B.     Rumusan masalah
a.       Apakah yang di maksud dengan ADD ?
b.      Apa fungsi dana ADD ?




C.      Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, selanjutnya dirumuskan tujuan penelitian sebagai berikut:
a.       Untuk mengetahui dana ADD di desa Tanjung Padang
b.       Untuk mengetahui apa fungsi dana ADD

D.      Manfaat atau Kegunaan penelitian
Manfaat dari penelitian ini dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu manfaat teoritis   dan manfaat praktis, dengan penjelasaan sebagai berikut:
1.Manfaat  Teoritis
a. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan konsep mengenai pelaksaan pemerintah daerah,khususnya mengenalai penelitian berikutnya yang sejenis.

2.Manfaat Praktis
a. Bagi Pemerintah Kabupaten, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan      informasi dan masukan mengenai pelaporan dana desa.
b. Bagi Pemerintah Desa, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan masukan mengenai akuntabilitas pelaporan dana desa.
c. Bagi Masyarakat, hasil penelitian ini diharapakan dapat memberikan informasi     kepada masyarakat agar meqngetahui elaporan  dana desa.
d. Bagi peneliti, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai penambah wawasan baru mengenai Pemerintah Desa dan pengelolaan pelaporan dana desa sekaligus sumber bahan baru dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan







BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian ADD
Alokasi Dana Desa dalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar desa untuk mendanai kebutuhan desadalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan serta pelayanan masyarakat. ADD merupakan perolehan bagian keuangan desa dari kabupaten yang penyalurannya melalui Kas Desa. ADD adalah bagian dana Perimbangan Keuangan Pusatdan Daerah yang diterima oleh Kabupaten.
2.      Prinsip dan tujuan alokasi dana desa:
Hasil Riset Desa Tanjung Padang.
Menurut Masyarakat Dusun 4 Desa Tanjung Padang.
1.      Meningkatkan penyelenggaraan pemerintah desa dalam pelayanan pemerintah, pembangunan, dan kemasyarakatan sesuai kewenangannya
2.      Meningkatkan kemampuan lembaga kemasyarakatan di desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pembangunan secara partisipatif sesuai dengan potensi desa.
3.      Penggunaan anggaran dana desa Alokasi Dana Desa (ADD) yang digunakan untuk penyelenggaraan Pemerintah Desa Sebesar60% dari jumlah penerimaan Alokasi Dana Desa (ADD). Alokasi Dana Desa (ADD) yang digunakan untuk pemberdayaan masyarakat Desa sebesar 40%.
4.      Alokasi Dana Desa (ADD) tanjung padang diarahkan untuk membiayai kegiatanmeliputi:
a.       PeningkatanSumberDayaManusiaKepalaDesadanPerangkatDesameliputiPendidikan, Pelatihan, Pembekalan, Studi Banding.
b.      Biayaoperasional Tim PelaksanaBidangPemerintahan.
c.       BiayatunjanganKepalaDesa, PerangkatDesa, tunjangandanoperasional BPD, Honor ketua RT dan RW sertapenguatankelembagaan RT / RW
d.      Biayaperawatankantordanlingkungan Kantor KepalaDesa.

5.      Biaya penyediaan data dan pembuatan pelaporan, pertanggung jawaban meliputi :
a.       Pembuatan/Perbaikanmonografi, Mck, drainase,petadan lain-lain data dinding
b.      Penyusunan APB Desa, LPPD dan LKPJ, pelaporan dan pertanggung jawaban penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD).


6.      Pemberdayaan masyarakat alokasi dana desa (ADD) yang digunakan untuk membiayai kegiatan pemberdayaan msyarakat dengan kegiatan seperti:
a.       Peningkatan kemampuan Pengelola Lembaga Usaha Milik Desa (BUMDES, LPMD, dsb) dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat
b.      Pelayanan kesehatan masyarakat terutama pada penanganan Gizi Balita melalui POSYANDU
c.       Menunjang kegiatan Anak dan Remaja antara lain pengadaan sarana TPK, TK, saranaOlahraga, Karang taruna dll.

7.      Biaya pemberdayaan lingkungan, penggunaannya meliputi:
a.       Pembangunan/biayaperbaikansaranapublicdalamskalakecilatausaranaperekonomianDesasepertipembuatanjalan, talud/irigasi, jembatan, los pasar, lumbungpangandll.

8.      Biaya pemberdayaan usaha/ekonomi, penggunaannya meliputi:
a.       Pengembangan lembaga simpan pinjam melalui modal usaha dalam bentuk BUMDES.
b.      Biaya untuk pengadaan Pangan.
9.      pengelolaan alokasi dana desa (ADD) Tanjung Padang pengelolaan alokasi dana  desa digunakan untuk pembangunan fisik seperti:
a.       dreinase/saluran air
b.      perbaikan gedung
c.       peralatan alat kantor desa
d.      perbaikan badan jalan
e.       pembuatan sanggar tani
f.       rumah adat suku kaili

10.  prosedur/mekanisme pencairan alokasi dana desa tanjung padang cara melakukan untuk pencairan ADD, yang dimana kepala desa dan aparat desa harus membuat RPJMDes, APBDes. Untuk dikirim ke Kabupaten donggala.




3.      Tabel
LAPORAN REALISASI PELAKSANAAN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA
PEMERINTAHAN DESA TANJUNG PADANG
TAHUN ANGGARAN 2016

KODE REK
URAIAN
ANGGARAN
REALISASI
LEBIH/KURANG
1.
1.2
1.2.1
1.2.2

1.2.3
PENDAPATAN
Pendapatan Transfer
Dana Desa
Bagi Hasil Pajak Dan Restribusi
Alokasi Dana Desa


1.646.131.460.00
   603.667.000.00

 8.315.619.00
   434.128.300.00




          JUMLAH      PENDAPATAN

1.046.131.059.00


2.
2.1


2.1.1


2.1.1.1
2.1.1.1.1

2.1.1.1.4

2.1.1.1.5


2.1.2

2.1.2.1
2.1.2.1.2

2.1.2.2
2.1.2.2.1


2.1.2.2.2
2.1.2.2.4

2.1.2.2.6

2.1.2.2.7

2.1.2.2.8

21.2.2.12
Belanja
Bidang penyelenggaraan pemerintah desa
Pembayaran penghasilan tetap dan tunjangan
Belanja pengawal
Penghasilan tetap kepala desa dan perangkat desa
Tunjangan kepala desa dan perangkat desa
Tunjangan BPD dan anggotanya
Kegiatan opersional kantor desa
Belanja pengawal
Penghasilan tetap staf perangkat desa
Belanja barang dan jasa
Belanja listrik, air, telepon, faks
/internal
Belanja alat tulis kanto
Belanja benda pos dan materai
Belanja fotocopy, cetak dan penggandaan
Belanja makanan dan minuman rapat
Belanja pakaian dinas dan atributnya
Belanja perawatan kendaraan bermotor



334.142.745.00

 211.500.000,00
  211.500.000,00

89.100.000,00

66.600.000,00

55.500.000,00


56.800.000,00

80.661.020.020
 30.400.000,00

 30.400.000,00
44.711.020.00


1.200.000,00
1.250.000,00

335.000,00

3.975.020,00

6.000.000,00

3.150.000,00

2.500.000,00








2.1.2.16

2.1.2.3
2.1.2.3.14


3.1.3

2.1.3.2
2.1.3.2.2
2.1.3.2.7

2.1.3.2.16

2.1.3.3
2.1.3.3.14
Belanja perjalanan dinas
Belanja modal
Belanja modal pengadaan peralatan kantor
Kegiatan oprasional BPD
Belanja barang dan jasa
Belanja alat tulis kantor
Belanja makanan dan minuman rapat
Belanja perjalanan dinas
Belanja modal
Belanja modal pengadaan peralatan kantor

26.260.000,00

5.550.000,00


5.550.000,00

7.400.000,00
5.100.000,00
1.000.000,00

2.000.000,00

2.100.000,00
2.300.000,00
2.300.000,00







METODE PENELITIAN

A.    Lokasi dan waktu penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tanjung Padang Kec Sirenja Kab Donggala. Adapun waktu penelitian dimulai pada tanggal 11 sampai dengan tanggal 14 mei

B.     Informan penelitian
Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang menggunakan teknik purposive sampling, dari keseluruhan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1.      Kepala Desa Tanjung Padang
2.      Kaur pembangunan
3.      Kaur kesra
4.      Kepala dusun 3
5.      Kepala dusun 4
6.      Ada beberapa tokoh masyarakat

C.     Teknik pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik yaitu:
a.       Wawancara (interview)
b.      Observasi
c.       Dokumentasi

D.    Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi alokasi dana desa
a.       Faktor pendorong
Adanya sosialisasi dari tim kabupaten, Pencapaian informasi dari pembuat kebijakan ke pelaksana kebijakan berjalan lancar.

b.      Faktor penghambat
sosialisasi kepada masyarakat mengenai kebijakan ADD belum ada, sehingga pemahaman masyarakat mengenai ADD kurang, hal ini akan berakibat pada sulitnya mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pelaksanaan ADD maupun dalam pengawasan kegiatan


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut :

a.       ADD adalahbagiandanaPerimbanganKeuanganPusatdan Daerah yang diterimaolehKabupaten.
b.      Fungsi ADD yaitu Meningkatkan penyelenggaraan pemerintah desa dalam pelayanan pemerintah, pembangunan, dan kemasyarakatan sesuai kewenangannya

B.     Saran
Berdasakan hasil penelitian ini beberapa saran yang dapat di usulkan sebagai saran adalah :
a.       Pemanfaatan dana ADD harus bisa lebih di manfaatkan secara maksimal oleh aparat desa
b.      Adanya transparasi dana agar tidak menimbulkan kecurigaan masyrakat terhadap pemerintah desa














DAFTAR PUSTAKA
1.      Lampiran
DOKUMENTASI PENELITIAN






Kumpulan judul skripsi pilihan.

SELAMAT SIANG.  gue sebenrnya masih bingung mau ambil judul yang mana, siapa tau di antara temen2 ada yang cocok dan mudah untuk penger...