HUBUNGAN
MASYRAKAT DAN AGAMA
DI
SUSUN OLEH :
KELOMPOK
I
MUHMMAD
FAKHRUR R. ( B201 14 100 )
WARDAWATI ( B201 15 036)
VIKRI
T AGUSALIM ( B201 15 038 )
I
KADEK SUASTRA (
B201 15 039 )
MELKI
SASMITO (
B201 15 040 )
NIRWAN (
B201 15 041 )
YUSRAN (
B201 15 042 )
PROGRAM STUDI SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU
POLITIK
UNIVERSITAS TADULAKO
2017
BAB I
PENDAHULUAN
A LATAR
BELAKANG
Secara umum ,
ilmu sosial budaya dasar bertujuan untuk mengembangkan kepribadian manusia
dalam masyarakat dan agama , sehingga mampu menghadapi masalah dalam
bermasyarakat.
Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
yang dibekali akal dan nafsu perlu membekali diri dengan agama supaya menjadi
manusia yang lebih baik bagi sesama manusia berkelompok atau bermasyarakat .
Manusia sebagai makhluk sosial atau bermasyarakat butuh individu atau
manusia lain karna manusia tidak akan mampu hidup sendiri ia butuh orang lain
.manusia perlu bermasyarakat dan saling berhubungan atau berinteraksi satu sama
lain dalam kelompok sosial maupun masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup nya.
B.
Rumusan Masalah
a. Apa
pengertian agama ?
b. Apa
pengertian masyarakat ?
c. Apa
hubungan agama dan masyarakat ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
AGAMA
a. Pengertian Agama
Agama menurut kamus besar bahasa indonesia adalah
sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan
Yang Maha kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan
manusia serta lingkungannya.
Kata “agama” berasal dari bahasa sanksekerta yang
berarti tradisi , sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi
yang berasal dari bahasa latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare
yang berarti mengikat kembali . Maksudnya dengan bereligi seseorang mengikat
dirinya kepada Tuhan .
Dalam UUD 1945 pasal 29 ayat 1 dan 2 negara kita
sangat menjunjung tinggi tentang masalah agama yang berbunyi : ayat (1) negara
berdasar atas ketuhanan Yang Maha Esa , ayat (2) negara menjamin kemerdekaan
tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat
menurut agamanya dan kepercayaannya itu [1].
b. Pengertian
agama menurut para ahli
1. M.
Hasbi Alshiddiqy : “tuntunan hidup yang melengkapi segala segi dan suatu
peruangan untuk memperoleh kekayaan dunia dan kesentosaan akhirat .
2. Emile
durkheim mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri
atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hyal yang suci .
c. Unsur-unsur
agama
a. Menurut
leight ,keller dan cahoun , agama terdiri dari beberapa unsur pokok : Kepercayaan agama , yakni suatu prinsip
yang di anggap benar tanpa ada keraguan lagi
b. Simbol
agama , yakni identitas agama yang di anut umatnya.
c. Praktik
keagamaan , yakni hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan-NYA , dan
hubungan horizontal antar umat manusia atau sosial .
d. Pengalaman
keagamaan
e. Umat
beragama
d. Fungsi
a. Sumber
pedoman hidup bagi individu maupu kelompok
b. Mengatur
tata cara hubungan manusia dengan Tuhan
edan manusia dengan manusia.
c. Merupakan
tuntunan tentang prinsip benar atau salah
d. Memberikan
identitas kepada manusia sebagai umat dari suatu agma
B.
MASYARAKAT
a. Pengertian
Masyarakat
adalah suatu sistem sosial yang menghasilkan kebudayaan (Soerjono Soekanto,
1983). Sedangkan agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan , Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa “tiap-tiap penduduk diberikan
kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya” dan “menjamin
semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya”.
Pemerintah, bagaimanapun, secara resmi hanya mengakui enam agama , yakni Islam
, Protestan , Katolik , Hindu , Buddha dan Konghucu
b. Pengertian Masyarakat Menurut Para
Ahli
Berikut ini adalah pengertian dan
definisi tentang masyarakat menurut beberapa ahli:
1. PeterBerger
Definisi masyarakat adalah suatu
keseluruhan kompleks hubungan manusia yang luas sifatnya. Keseluruhan yang
kompleks sendiri berarti bahwa keseluruhan itu terdiri atas bagian-bagian yang
membentuk suatu kesatuan .
2.
Karl Marx
Masyarakat ialah keseluruhan hubungan - hubungan ekonomis, baik produksi maupun konsumsi, yang berasal dari kekuatan-kekuatan produksi ekonomis, yakni teknik dan karya
Masyarakat ialah keseluruhan hubungan - hubungan ekonomis, baik produksi maupun konsumsi, yang berasal dari kekuatan-kekuatan produksi ekonomis, yakni teknik dan karya
C. Hubungan
Agama dalam Masyarakat
Kaitan agama
dengan masyarakat dapat
mencerminkan tiga tipe , meskipun tidak menggambarkan sebenarnya secara utuh
(Elizabeth K. Nottingham, 1954) :
a.
Masyarakat yang terbelakang dan
nilai-nilai sakral.
Masyarakat
tipe ini kecil, terisolasi dan
terbelakang . Anggota masyrakat
menganutagama yang sama. Oleh karenanya keanggotaan mereka dalam masyarakat dan dalam kelompok keagamaan
adalah sama . Agama menyusup ke dalam
kelompok aktivitas yang lain. Sifat-sifatnya :
1. Agama
memasukkan pengaruhnya yang sacral ke dalam system nilai masyarakat secara mutlak.
2. Dalam keadaan lain selain keluarga relatif belum berkembang ,
agama jelas menjadi fokus utama
bagi pengintegrasian dan
persatuan dari masyarakat secara keseluruhan.
b.
Masyarakat pra industri yang sedang
berkembang.
Keadaan masyarakatnya tidak terisolasi , ada perkembangan
teknologi yang lebih tinggi dari pada
tipe pertama. Agama memberikan arti dan ikatan kepada system nilai dalam tiap
mayarakat ini , tetapi pada saat yang sama lingkungan yang sacral dan yang
sekular itu sedikit-banyaknya masih dapat dibedakan.
c.
Masyarakat Industri Sekunder ( Modern )
di
dalam masyarakat industri sekunder sudah banyak muncul teknologi canggih
sehingga lebih mudah menolong kegiatan manusia, namun karena sudah banyak
teknologi maka agama menjadi di "no duakan" sehingga kurangnya kepercayaan
terhadap agama.
tentang penulis :
astra
