Rabu, 08 November 2017

materi perkuliahan sos industri



1.      PENDAHULUAN.

1.1.       Latar Belakang.

Saat ini sangat sulit untuk menemukan buku yang berjudul sosiologi industri, kalaupun ada hanya di peroleh dari penjual buku bekas saja.dari godaan ini terlintas godaan untuk menyimpulkan bahwa saat ini tidak ada kuliah sosiologi industri. Bahkan ada dorongan untuk berpendapat bahwa tidak ada perhatian dari para ahli sosiologi terhadap studi sosiologi industri. Tetapi, ketika di lakukan search dengan kata kunci sosiologi industri, tanpak bahwa di beberapa universitas terkemuka terdapat mata kuliah sosiologi industri, khususnya di jurusan Teknik Industri. Lalu kalau tidak di temukan bahan bacaan yang memedai, bagaimana caranya kami belajar dengan baik ? Untuk indonesia, yang hendak bertransformasi dari negara agraris menjadi negara industri, kenyataannya ini sangat memprihatinkan. Sosiologi itu ilmu yang berkenaan dengan mesyarakat. Jika kita membicarakan sosiologi industri, ada dua masyarakat yang dapat kita bicarakan. · Pertama adalah masyarakat tempat industri berada. Mereka bisa masyarakat yang mendorong terbentuknya industri dan mereka yang terpengaruh dalam pengertian baik dan buruk oleh industri. · Kedua adalah kelompok orang yang berada dalam industri dan menjalankan industri tersebut. Kelompok orang ini mengadakan interaksi satu sama lain sehingga dapat kita katakan sebagai masyarakat Industrialisasi yang di anggap menonjo. Kriterianya adalah besarnya dampak industrialisasi yang terjadi, terhabap masyarakat. Perkembangan industri (industrialisasi) berpengaruh terhadap kondisi sosiologis masyarakat, dan sebaliknya kondisi sosiologis masyarakat berpengaruh terhadap perkembangan industri (industrialisasi) pengalaman historis tiga negara besar di eropa abad 17. Tiga negara besar eropa (inggris, perancis, dan jerman) dalam proses industrialisasinya memiliki perkembangan yang berbeda. Inggris merupakan negara pertama yang mencapai taraf pemerintahan yang demokratis. Revolusi perancis terjadi karena negara itu tidak demokratis.

Di Inggris, perjuangan politik berlangsung mulai awal abad 17. Titik kulminasinya adalah revolusi yang dimulai pada tahun 1640. Akibat revolusi: tergantinya struktur politik lama dengan struktur yang baru. Yaitu hilangnya restriksi lama dengan berpindahnya kekuasaan politik ke tangan kaum kapitalis dan borjuis, yang kemudian beraliansi dengan seksi aristokrasi yang lebih progresif. Akibatnya perkembangan ekonomi di inggris maju dengan pesat. Abad 18, inovasi teknologi mendorong metamorfosis dalam organisasi industri inovasi ini berpengaruh terhadap penyebaran mesin-mesin dan manufaktur hasil industri pabrik. Industri manufaktur kapas menjadikan inggris sebagai negara maju dalam perkembangan industrial. Perancis berbeda dengan inggris, revolusi perancis th. 1789 merupakan usaha kaum borjuis perancis untuk menggulingkan tata aristokratik rezim lama dan untuk membentuk sebuah masyarakat yang berdasarkan prinsip-prinsip keadilan serta kebebasan. Revolusi ini menginstitusionalisasikan perubahan politik dan mengisyaratkan sebuah kelengkapan organisasi masyarakat.

1.2.  Pengertian Sosiologi Industri.

      Sosiologi mengkaji masyarakat yang di pandang dari sudut hubungan antarmanusia tersebut didalam masyarakat. Jadi, pada dasarnya sosiologi mempelajari masyarakat dan prilaku sosial manusia dengan meneliti kelompok yang dibangunnya. Sosiologi mempelajari perilaku dan interaksi kelompok, menelusuru asal-usul pertumbuhannya serta menganalisis pengaruh kegiatan kelompok terhadap anggotanya. Industri merupakan aplikasi metode-metode yang kompleks dan canggih untuk memproduksi barang dan jasa secara ekonomis. Metode yang kompleks maksudnya adalah menggunakan mesin sebagai alat memperbaiki atau mengembangkan kualitas dan kuantitas produksi. Jadi, manusia dan alat di gunakan untuk memenuhi kebutuhan (manusia sebagai mahluk induatri). Industri merupakan konsep yang tidak langsung sosio makna logis, dan sulit menentukan teoritis orientation sepanjang garis. Istilah industri telah di ambil alih dari bahasa akal sehat, ekonomi, dan dan sensus occupations, tanpa sosiologis cermat. Ini terutama di gunakan dalam dua cara: sebagai sinonim dengan pabrik; dan sebagai meliputi setiap kerja skala besar tenaga kerja dan modal. Dalam penggunaan pertama industri manufaktur dilihat sebagai unit. Sosiologis yang telah menggunakan istilah Indus Sidang Sosiologi (Tanaman Sosiologi). Ada banyak penelitian yang bermanfaat menerapkan ide-ide dan konsep-konsep sosiologi industri untuk mempelajari kantor, transportasi, restoran, dan toko bahan makanan, dan untuk mengecualikan organisasi-organisasi ini sosiologi industri tampaknya agak arbitrary keputusan. Pengunaan kedua istilah ini meluas. Industri, menurut Webster adalah setiap departement atau cabang seni, pekerjaan atau bisnis. Terutama, salah satu yang mempekerjakan banyak tenaga kerja dan modal merupakan berbeda perdagangan atau ekonomi sistem tenaga kerja atau kebiasaan kerja. Sosiologi Industri studi tentang prilaku administratif (di semua organisasi struktur, tidak hanya di industri). Di sisi lain, Sosiologi Industri mendefinisikan sebagai studi tentang hubungan sosial dalam industri, definisi akan terlalu eksklusif, untuk itu akan keluar banyak yang relevan dan signifikan dalam bidang studi yang telah diperhitungkan dalam industri dan lingkungan sosial pengaruh hubungan dalam industri. Sosiologi industri adalah bidang terapan sosiologi, dan telah tumbuh terutama luar kepentingan dalam isu-isu seperti Produktivitas, Motivasi, dan Serikat Kerja. Sosiologi industri tidak dinyatakan begitu banyak kurangnya implikasi teoritis dari lapangan. Ketika dapat di tunjukkan bahwa suatu diterapkan lapangan adalah sama dan sebangun wilayah teoritis, dan untuk menentukan tematik batas, maka ada kemungkinan untuk melihat hubungan lain bidang studi seperti (Sosiologi Politik) dan memanfaatkannya sebagai hipotesis dan konsep. Demikian sosilogi industri menpunyai pemahaman yang lebih baik dari proses pengawasan dan peran mandor sejak konsep kepemimpinan, yang diambil dari lai daerah, telah diperkenalkan. Sosiologi Militer, di sisi lain memperoleh keuntungan dari ide organisasi informal, pertama kali digunakan oleh sosiologi industri. Pada hakikatnya sosiologi industri lebih menekankan pada perkembangan industri seiring dengan perkembangan masyarakat. Hal ini mengingat antara industri dan masyarakat mempunyai hubungan yang erat, karena adanya industri akan menimbulkan berbagai perubahan sosial dalam masyarakat. Misalnya dengan adanya industri, mata pencaharian hidup masyarakat berubah, dari sektor agraris menjadi sektor industri dengan bekerja sebagai buruh pabrik. Sosiologi industri mengkaji hubungan antara fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat dengan kegiatan industri. Beberapa materi yang dipelajari antara lain peranan industri dalam perubahan sosial, aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan pokok ekonomi (produksi, distribusi, dan konsumsi), serta hubungan industri dengan berbagai struktur yang ada dalam masyarakat. Sosiologi Industri mengkaji masalah fenomena industri dengan menitik beratkan kajiannya pada fokus manusia dan mengaitkannya dengan faktor mesin serta mekanisme kerja pabrik yang berorientasi pada efisiensi dan efektifitas. Jadi, Secarah rinci sosiologi industri adalah studi tentang hubungan sosial yang arahnya pada sistem integrasi dalam perusahaan. Studi tentang kegiatan sosioal, ekonomi, dengan latar belakang sosial kultural.

1.3.  Tahap Perkembangan Industri.

Pada akhir abad Pertengahan kota-kota di Eropa berkembang sebagai pusat kerajinan dan perdagangan. Warga kota (kaum Borjuis) yang merupakan warga berjiwa bebas menjadi tulang punggung perekonomian kota. Mereka bersaing secara bebas untuk kemajuan dalam perekonomian. Pertumbuhan kerajinan menjadi industri melalui beberapa tahapan, seperti berikut: Sistem Domestik Tahap ini dapat disebut sebagai tahap kerajinan rumah (home industri). Para pekerja bekerja di rumah masing-masing dengan alat yang mereka miliki sendiri. Bahkan, kerajinan diperoleh dari pengusaha yang setelah selesai dikerjakan disetorkan kepadanya. Upah diperoleh berdasarkan jumlah barang yang dikerjakan. Dengan cara kerja yang demikian, majikan yang memiliki usaha hanya membayar tenaga kerja atas dasar prestasi atau hasil. Para majikan tidak direpotkan soal tempat kerja dan gaji.

Manufaktur Setelah kerajinan industri makin berkembang diperlukan tempat khusus untuk bekerja agar majikan dapat mengawasi dengan baik cara mengerjakan dan mutu produksinya. Sebuah manufaktur (pabrik) dengan puluhan tenaga kerja didirikan dan biasanya berada di bagian belakang rumah majikan. Rumah bagian tengah untuk tempat tinggal dan bagian depan sebagai toko untuk menjual produknya. Hubungan majikan dengan pekerja (buruh) lebih akrab karena tempat kerjanya jadi satu dan jumlah buruhnya masih sedikit. Barang-barang yang dibuat kadang-kadang juga masih berdasarkan pesanan. Sistem Pabrik Tahap sistem pabrik sudah merupakan industri yang menggunakan mesin. Tempatnya di daerah industri yang telah ditentukan, bisa di dalam atau di luar kota. Tempat tersebut untuk tempat kerja, sedangkan majikan tinggal di tempat lain. Demikian juga toko tempat pemasaran hasil industri di adakan di tempat lain. Jumlah tenaganya kerjanya (buruhnya) sudah puluhan, bahkan ratusan. Barang-barang produksinya dibuat untuk dipasarkan.

1.4.  Prinsip-Prinsip Sosiologi Industri.

 Fokus dan Cakupan Sosiologi Industri Sosiologi memusatkan perhatian kepada tindakan-tindakan manusia yang terbingkai dalam sejumlah aturan-aturan yang dibangun oleh sekumpulan manusia itu sendiri. Tindakan manusia juga terbingkai di dalam struktur sosial. Namun, sosiologi juga memperhatikan aspek dinamis dari tindakan. Individu mempunyai kemungkinan untuk mengelola tindakannya. Perspektif ini membuat sosiologi bersifat ganda. Meskipun begitu, di antara keduanya terdapat keterkaitan yang sangat erat. Perkembangan sosiologi tidak dapat dilepaskan dari pemikiran para tokoh sosiologi klasik yang memberi sumbangan berharga melalui pengamatan mereka terhadap perubahan-perubahan besar di masyarakat Revolusi industri dan berbagai revolusi sosial politik lainnya di negara Eropa menghasilkan beragam cara pandang di antara para sosiolog klasik mengenai perkembangan kapitalisme, rasionalisme, serta perubahan struktur sosial. Perubahan-perubahan yang terjadi baik di tingkat masyarakat maupun khususnya di dalam organisasi kerja memberi sumbangan yang berarti bagi pengembangan sosiologi industri. Sosiologi memusatkan perhatian kepada tindakan-tindakan manusia yang terbingkai dalam sejumlah aturan-aturan yang dibangun oleh sekumpulan manusia itu sendiri. Tindakan manusia juga terbingkai di dalam struktur sosial. Namun, sosiologi juga memperhatikan aspek dinamis dari tindakan. Individu mempunyai kemungkinan untuk mengelola tindakannya. Perspektif ini membuat sosiologi bersifat ganda. Meskipun begitu, di antara keduanya terdapat keterkaitan yang sangat erat. Perkembangan sosiologi tidak dapat dilepaskan dari pemikiran para tokoh sosiologi klasik yang memberi sumbangan berharga melalui pengamatan mereka terhadap perubahan-perubahan besar di masyarakat. Revolusi industri dan berbagai revolusi sosial politik lainnya di negara Eropa menghasilkan beragam cara pandang di antara para sosiolog klasik mengenai perkembangan kapitalisme, rasionalisme, serta perubahan struktur sosial. Perubahan-perubahan yang terjadi baik di tingkat masyarakat maupun khususnya di dalam organisasi kerja memberi sumbangan yang berarti bagi pengembangan sosiologi industri. Sosiologi Industri mengkaji masalah fenomena industri dengan menitik beratkan kajiannya pada fokus manusia dan mengaitkannya dengan faktor mesin serta mekanisme kerja pabrik yang berorientasi pada efisiensi dan efektifitas.

2.      TEORI-TEORI DALAM SOSIOLOGI INDUSTRI.

      Sosiologi industri mempunyai cakupan teori yang sangat luas. Ada tiga penyebab luas cakupan tersebut. - Pertama, cakupan substansi yang dibahas di dalam sosiologi industri cukup luas. - Kedua adanya perbedaan tingkat analisis yang menghasilkan keragaman berbagai teori. - Ketiga adalah karena teori-teori yang digunakan di dalam sosiologi industri memiliki keragaman berdasarkan asal pemikirannya. Luasnya cakupan seluruh teori yang digunakan di dalam analisis-analisis sosiologi industri itu dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori pendekatan. - Pertama, pendekatan non-sosiologis. - Kedua, pendekatan sosiologis. - Ketiga, pendekatan hubungan industrial. Pendekatan non-sosiologis di pelopori oleh kehadiran teori-teori yang mempunyai basis analisis psikologis. Pertama dan paling populer adalah teori manajemen ilmiah atau Taylorisme. Kedua adalah psikologi-manajerial. Sementara itu, teori-teori yang berbasis pendekatan sosiologis dapat dilihat dari teori Durkheim yang berpengaruh terhadap kategori teori hubungan antara manusia dari Elton Mayo, teori Dunlop. Selain itu, teori-teori Max Weber dan Karl marx, sedangkan teori-teori berpendekatan hubungan industrial, terbagi ke dalam kelompok pemikiran unitaris, pluralis, dan radikalis.

3.      MANFAAT SOSIOLOGI INDUSTRI.

 Seperti yang telah dijelaskan di atas sosiologi industri itu membahas tentang masyarakat atau manusia dan mengaitkannya dengan faktor mesin serta mekanisme kerja pabrik yang berorientasi pada efisiensi dan efektifitas. Sosiologi Industri mendefinisikan sebagai studi tentang hubungan sosial dalam industri, definisi akan terlalu eksklusif, untuk itu akan keluar banyak yang relevan dan signifikan dalam bidang studi yang telah diperhitungkan dalam industri dan lingkungan sosial pengaruh hubungan dalam industri.

Dari hal ini dapat ketahui manfaat dari sosiologi industri adalah:

a.       Melihat lebih jelas bagaimana hubungan masyarakat dengan industry.
b.      Mengkaji lebih jelas pekembangan industri.
c.       Melihat lebih jelas bagaimana masyarakat mempengaruhi industri dan sebaliknya.

Dalam artian penting sosiologi industri mempelajari kaitan gejala kemasyarakatan dengan industri. Hubungan industri dengan berbagai subsistem yangada dalam masyarakat. Dan aktivitas yang berkaitan dengan Produksi, Distribusi, dan Komsumsi. Ruang Lingkup Sosiologi Industri· Secara Internal, Analisis tingkah laku manusia dalam hubungan kerja diperusahaan atau industri. Hubungan kerja dalam industri,  Organisasi industri - Manajemen industri - Leadership dalam industri· Secara Eksternal, Analisis kegiatan manusia dengan latar belakang sosial ekonomi dan kultural yang berbeda-beda. Tipologi masyarakat industri - Perkembangan masyarakat industri - Birokrasi (kaitan birokrasi dengan industri) - Analisis dampak lingkungan - CSR (Coorporate Sosial Responsibility).Masyarakat Industri bukanlah masyarakat agraris karena dalam masyarakat industri tertanam disiplin yang tinggi dan kompetitif berbeda dengan masyarakat agraris. Pendekatan Sosiologi Industri · Pendekatan makro, pendekatan yang berkaitan dengan struktur lembaga-lembaga kemasyarakatan, pola yang sudah mapan dari tingkah lakunya dan hubungan-hubungan serta kepentingannya yang sudah stabil. Antara lain membahas tentang:  Sistem produksi yang dipilih, pola-pola hak pemilihan, kekayaan, pendapatan anggota masyarakat (industri). Distribusi kekuasaan dan kedudukan dalam rangka mengejar tujuan serta gaya hidup. Karakter hirarki sosialnya, dan kaitannya dengan hirarki dalam organisasi industri dengan berbagai konsekuensinya. Pengaruh teknologi terhadap masyarakat, bentuk hubungan yang terjadi dalam organisasi industri. Konflik antar kelompok-kelompok dalam organisasi industri. Dalam sosiologi industri, pendekatan makro ditujukan untuk mempelajari suatu sistem sosial yang terdapat dalam masyarakat industri, dengan menekankan pada analisis ekonomi dan lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Pendekatan mikro, membahas tentang berbagai kenyataan dalam kehidupan sehari-hari sdan sebenarnya merupakan kritik dari sosiologi makro. Juga membahas tentang berbagai macam interaksi yang membentuk pribadi individu dan pengalaman subjektif dalam dunia kerja seperti: - Pola bentuk kehidupan dunia kerja - Karakter berbagai interaksi antar induividu - Permainan dalam organisasi – Keterlibatan.
Sosiologi Industri adalah sebagai studi tentang hubungan sosial dalam industri, definisi akan terlalu eksklusif, untuk itu akan keluar banyak yang relevan dan signifikan dalam bidang studi yang telah diperhitungkan dalam industri dan lingkungan sosial pengaruh hubungan dalam industri.


4.      TIPOLOGI MASYARAKAT SPENCER.
Spencer membangun tipologi masyarakat berdasarkan ciri-ciri militaris dan industrial. Kedua tipe itu digunakan sebagai ideal types atau konstruksi mental, di mana beberapa ciri atau kekhasan masyarakat dihimpun dan ditekankan secara konseptual belaka. Artinya, masyarakat itu diasumsikan hanya berbentuk militaris saja atau hanya industrial, dan dalam kenyataan tidak mesti demikian adanya.
Suatu tipologi dibuat berdasarkan ciri-ciri yag paling menonjol. Kata “militaris” dan kata “industri” menunjuk kepada suatu keadaan sosial yang diandaikan secara mental dan tidak dihubungkan dengan ciri-ciri lain. Tipologi tersebut dimaksudkan untuk menjangkau semua masyarakat yang pernah ada, mulai dari masyarakat headhunters yang bercorak militaris secara ekstrem sampai kepada masyarakat Eskimo yang terkenal mencintai damai.
Spencer berpendapat, bahwa kegiatan pokok suatau masyarakat mempengaruhi, bahkan menentukan corak semua pranatanya. Menurut hematnya, evolusi dari keadaanmilitaris ke arah industri terjadi di seluruh dunia, dan ummat manusia dilihatnya sebagai suatu keseluruhan yang sama (holisme).
Dalam masyarakat militaristis orang bersikap agresif. Mereka lebih suka merampas saja daripada bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kepemimpinan atas tipe masyarakat ini berada di tangan orang yang kuat dan mahir mempertahankan kekuasaannya dengan tangan besi, senjata, dan melalui takhayul. Oleh karena kekuatan fisik merupakan nilai budaya yang tinggi, maka kaum wanita mumpunyai status rendah. Mereka dipaksa untuk bekerja keras. Absolutisme kekuasaan pemimpin menyebabkan bahwa ketakutan meresapi semua lapisan masyarakat dan menjadi faktor yang paling menentukan dalam mengendalikan situasi. Dipengaruhi oleh ketakutan akan roh-roh, maka rakyat mulai menyembah para leluhur mereka. Kultur leluhurisme ini berevolusi menjadi politeisme, dan kemudian monoteisme. Jadi di dalam masyrakat militaristis ketakutan terhadap orang mati mendasari kekuasaan agama, sedang ketakutan terhadap orang hidup mendasari kekuasaan politik. Kerja sama antara anggota masyarakat berasal dari paksaan dan ketakutan. Perubahan-perubahan sosial yang sedikit penting tidak pernah terjadi karena adanya perubahan dalam struktur, melainkan selalu karena perubahan dalam kegiatan pokok masyarakat.
Masyarakat industri itu adalah masyarakat di mana kerja produktif dengan cara damai diutamakan di atas ekspedisi- ekspedisi perang. Spencer memakai kata “industri”, bukan untuk “teknologi” atau “rasionalisasi proses kerja”, melainkan dalam arti kerja sama spontan bebas demi tujuan damai. Ciri-cirinya adalah demokrasi, adanya kontrak kerja yang mengganti sistem budak, liberalisme dalam hal memilih agama, ada otonomi individu. Spencer berpendapat bahwa evolusi  masyarakat industri ada kaitannya dengan sel-sel kelamin manusia, yang sedikit demi sedikit mengalami perubahan dan peningkatan mutu. Ini disebut genetic determination. Faktor biologislah yang bersifat menentukan, sedang faktor kemauan manusia yang membudayakan dirinya (cultural determination) ditolak. Sampai di zaman sekarang masih ada serjana yang sependapat dengan Spencer dan mengatakan, bahwa yang berkulit hitam mempunyai sel kelamin yang mutunya lebih rendah daripada orang kulit putih.

Menurut Spencer, kedua tipe masyarakat betentangan satu sama lain, dalam arti bahwa mereka saling menolak. Kelak pada waktunya proses industrialisasi akan melenyapkan perang dari muka bumi. Bangsa-bangsa akan saling bergantungan satu dari yang lain (mungkin globalisasi) sedemikian rupa, hingga perang tidak mungkin dan merupakan tindak bunuh diri. Konflik yang memakai kekerasan untuk menang, akan berubah menjadi persaingan di mana pihak yang paling cerdas menang. Absolutisme negara dan diktatur  orang kuat akan menjadi anakronisme. Kaum wanita akan beremansipasi. Kebebasan individu dan semangat untuk berdemokrasi akan menjadi nilai paling tinggi. Satu kali masyarakat industri dibentuk, manusia tidak akan berminat lagi tehadap agama, tetapi hanya akan berpikir tentang hidup di dunia ini.

Dalam bukunya The Man versus the State Spencer menarik beberapa kesimpulan dari tesisnya, bahwa masyarakat industri harus dilihat sebagai pembebasan manusia dari cengkeraman negara dan agama, yang kedua-duanya bersifat absolutis. Individu bermasyarakat dan bernegara untuk kepentingannya sendiri. Kerja sama antara orang dimaksudkan untuk melengkapi kekurangan individu. Jadi mesyarakat hanya salah satu sarana saja, sebagai tambahan dari luar untuk kehidupan individu. Individu melampaui masyarakat. Oleh karena itu di satu pihak individu mempunyai kebutuhan yang bermacam-macam, sedang di pihak lain ia merasa lemah dan terbatas dalam kemampuannya. Dengan dasar pertimbangan rasional para individu membentuk suatu “kongsi” atau “perkumpulan perseroan” atau badan kerja sama, yang disebut msyarakat atau negara. Spencer berkata: State is a joint-stock company for the mutual protection of individuals.

Lama sebelumnya Jean Jacques Rosseau sudah mengatakan bahwa lahirnya masyarakat berasal dari suatu “kontrak sosial” antara individu-individu bebas. Seandainya demikian, negara hanya bertujuan untuk melindungi dan melayani kepentingan individu. Kensekuensi lain adalah free fight Capitalism. Sama seperti apa yang diuraikan Adam Smith dalam buku An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations, Spencer juga menentang setiap bentuk campur tangan pemerintah dalam urusan ekonomi, seperti mengendalikan harga, memberi lisensi bersyarat, menetapkan upah minimum buruh, dan sebagainya. Menurut Spencer, semua badan pemerintah itu cenderung boros. Badan-badan itu menghamburkan hasil produksi rakyat. Mereka merupakan ancaman bagi suatu kemakmuran bersama. Itu sebabnya segala urusan ekonomi harus dipercayakan kepada rakyat saja. Orang-orang tidak perlu kuatir dengan asumsi bahwa tiap-tiap individu diransang oleh suatu naluri bawaan untuk mengusahakan perbaikan dalam nasibnya. Mengingat bahwa tiap-tiap individu merupakan pangkalan otonom yang memperjuangkan kepentingannya sendiri, dan kehidupan ekonomi berasal dari interaksi antara pangkalan-pangkalan itu, maka pemerintah tidak perlu berbuat lebih daripada melindungi kebebasan warga negara.
Dengan teori ini Spencer menjadi penyambung lidah antara zaman yang amat optimistis terhadap itikad baik individu. Kalau optimisme itu kita tempatkan dalam konteks  sejarah di waktu itu tentu saja masuk akal. Amerika Utara baru membuka gerbangnya dan memberi kemungkinan yang rupanya tak terbatas kepada ratusan ribu emigran Eropa tanpa diskriminasi agama atau keturunan. Justru waktu Eropa dirobek dan diceraikan oleh konflik dan peperangan antara aliran progesif dan aliran konservatif, dan badan-badan pemerintah menindak dan menindas baik golongan-golongan maupun individu-individu dengan berdalih pada ajaran-ajaran dogmatis-religius, banyak sekali emigran berpindah ke Dunia Baru dibawah panji “kebebasan”. Walaupun individualisme Spencer dapat dimengerti, namun pandangannya bertentangan dengan teori yang mendasari Sosiologinya. Mungkinkah kebebasan individu diselaraskan dengan teori evolusi masyarakat? Kalau dibenarkan bahwa masyarakat suatu organisme yang berevolusi dari keadaan serba sama kepada perubahan serba beda, maka anggotanya mempunyai fungsi untuk melayani dan menyelamatkan seluruh organismenya. Pandangan Sosiologi, yang memakai “organisme” atau “badan” sebagai bagan, mestinya melihat masyarakat sebagai tunggal dan bukan sebagai jamak. Jadi, Spencer telah menelan kembali ucapannya sendiri, atau menurut Gouthe dalam Faust: “dua jiwa tinggal bersama-sama dalam dadaku”. Pembelokan haluan ke arah individualisme dan atomisme dimulai dalam paragraf 221 bukunya Principles of Sosiology.
5.      JENIS JENIS INDUSTRI |

a.      Industri ekstraktif.

Pengertian Industri ekstraktif adalah industri yang bahan bakunya diambil langsung dari alam sekitar. Contoh : perkebunan, perhutanan, perikanan, pertanian, peternakan, pertambangan, dan lain lain.
b.      Industri nonekstraktif
Pengertian Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan bakunya didapat dari tempat lain selain dari alam sekitar.
c.       Industri fasilitatif
Pengertian Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya berbentuk jasa yang kemudian dijual kepada para konsumennya. Contoh : Asuransi, perbankan, ekspedisi, transportasi dan lain sebagainya.

d.      Industri Berdasarkan Besar Kecil Modal

1)      Industri padat modal
Pengertian Industri Padat Modal adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya.
2)      Industri padat karya
Pengertian Industri Padat Karya adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.

e.       Industri berdasarkan klasifikasi atau penjenisannya.

1)      Industri kimia dasar. contohnya : industri semen, obat-obatan, pupuk, kertas dan   sebagainya.
2)      Industri mesin dan logam dasar. Contohnya : industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, industri tekstil dan lain sebagainya.
3)      Industri kecil. Contohnya : industri roti, makanan ringan, es, minyak goreng curah, kompor minyak dan lain sebagainya.
4)      Aneka industri. Contohnya : industri pakaian, industri makanan dan minuman dan lain sebagainya.
f.       Industri berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja.

1)    Industri rumah tangga. Pengertian Industri Rumah Tangga adalah industri yang jumlah karyawan atau tenaga kerjanya berjumlah antara 1 sampai dengan 4 orang.
2)    Industri kecil. Pengertian Industri Kecil adalah industri yang jumlah karyawan atau tenaga kerjanya berjumlah antara 5 sampai dengan 19 orang.
3)    Industri sedang atau industri menengah. Pengertian Industri Sedang adalah industri yang jumlah karyawan atau tenaga kerjanya berjumlah antara 20 sampai dengan 99 orang.
4)    Industri besar. Pengertian Industri Besar adalah industri yang jumlah karyawan atau tenaga kerjanya berjumlah antara 100 orang atau bahkan lebih.
g.      Industri Berdasarkan Produktifitas Perorangan.

1)      Industri Primer. Pengertian Industri Primer adalah industri yang barang-barang produksinya bukan merupakan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu. Contohnya : hasil produksi pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan sebagainya.
2)       Industri Sekunder.Industri Sekunder adalah industri yang bahan mentahnya diolah, yang nantinya hasil dari olahan tersebut menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali. Contohnya : pemintalan benang sutra, komponen elektronik dan sebagainya.
3)      Industri Tersier. Pengertian Industri Tersier adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa. Contohnya : telekomunikasi, perawatan kesehatan, transportasi dan lain sebagainya.
6.      Jenis-Jenis Industri di Indonesia
Jenis-jenis industri di Indonesia digolongkan menjadi 12 kelompok, yaitu sebagai berikut :
1)      Industri pengolahan pangan
Yang termasuk industri pengolahan bahan pangan adalah penggilingan padi, pembuatan minyak kelapa sawit dan minyak nabati lainnya, pembuatan tapioka, pabrik teh, pabrik kopi dan coklat, pabrik-pabrik es, pengolahan gading, ikan, dan pembuatan mie (termasuk pabrik mie instan), roti, pengawetan ikan, buah-buahan dan jamur, pembuatan susu bubuk, tepung, permen, biskuit, pembuatan kecap, terasi, dan pabrik gula.
2)      Industri tekstil
Industri tekstil besar dan kecil banyak terdapat di Jawa Barat, daerah khusus Ibu Kota Jakarta, dan sebagian terdapat di Jawa Tengah. Dalam industri ini termasuk industri batik yang banyak terdapat di Jawa Tengah, terutama di Yogyakarta, Solo, dan Pekalongan.Kemajuan industri tekstil sangat pesat setelah ditemukan mesin-mesin modern. Penemuan mesin-mesin ini mengakibatkan industri kecil tenun gulun tikar.
3)      Industri barang kulit
Industri barang dari kulit menghasilkan tas, koper, sepatu, sepatu, kipas, wayang, sandal; ikat pinggang, dan barang-barang kerajinan kulit lainnya. Industri ini banyak terdapat di dalam sentra-sentra industri di Jawa. Adapun industri pengolahan kulit tidak termasuk ke dalam kelompok ini. Namun dewasa ini industri barang dari kulit perkembangannya tidak pesat, karena disaingi kulit sintetis.
4)      Industri pengolahan kayu
Industri pengolahan kayu mengahasilkan bahan bangunan dan perbot rumah tangga, seperti meja, kursi, dan pigura. Industri besar pengolahan kayu menghasilkan kayu lapis. Industri pengolahan kayu banyak diekspor ke Eropa, Timur Tengah, Jepang, dan Amerika.
5)      Industri pengolahan kertas
Perkembangan industri pengolahan kertas berbentuk industri besar yang menghasilkan barang-barnag dari kertas tulis biasa, kertas bungkus dan karton, kertas hias dan tisu. Industri ini terdapat antara lain di Pematang Siantar (Sumatera), Padalarang, Blabak, Bayuwangi (Jawa), dan Martapura (kalimantan).
6)      Industri kimia farmasi

Industri kimia dan farmasi menghasilkan zat asam, garam kimia, pupuk, pembasmi serangga, plastik, serat buatan, bahan-bahan kecantikan, cat, pernis, dan obat-obatan. Perkembangan industri kimia dan farmasi sangat pesat, khususnya di kota-kota besar.
7)      Industri pengolahan karet

Industri pengolahan karet terutama menghasilkan ban luar dan ban dalam untuk kendaraaan bermotor maupun tidak bermotor. Kecualiitu, industri ini juga menghasilkan barang-barang lain seperti bola, mainan anak, keperluan rumah tangga, keperluan kelengkapan mobil, pesawat motor dan kapal.
8)      Industri barang galian bukan logam

Industri-industri besar barang galian bukan logam menghasilkan semen, gelas, dan kaca. Industri ini juga manghasilkan keramik dan asbes. Pabrik semen yang besar terdapat di Padang (Sumatera Barat), Tonasa, (Sulawesi Selatan), Gresik (Jawa Timur), Cibinong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), dan beberapa tempat lainnya. Pabrik pupuk terdapat di Palembang dan Kalimantan Timur. Industri semen berkembang pesat karena semakin banyak bangunan yang terbuat dari beton.
9)      Industri baja / pengolahan logam

Industri baja yang besar terdapat di Cilegon, Jawa Barat yang menghasilkan antara lain plat baja, pipa baja, dan kabel-kabel baja. Industri yang tidak begitu besar menghasilkan atap seng, besi, beton, pipa-pipa besi dan lainnya, dan bahkan pisau silet.
Industri baja sangat pesat perkembangannya, banyak dibutuhkan untuk industri karoseri mobil dan perusahaan angkutan lainnya.
10)  Industri peralatan

Industri peralatan menghasilkan terutama alat-alat transtasi dan alat berat serta kendaraan lainnya, dalam bentuk:
1)      Pesawat terbang yang dihasilkan PT. Dirgantara Indonesia (dahulu IPTN) di Bandung
2)      Kapal laut yang dihasilkan PT PAL di Surabaya
3)      Perakitan mobil dan sepeda motor di Jakarta dan Karawang
4)      Alat-alat elektronik dan perakitannya di Jabotabek
5)      Alat-alat pertanian dan alat-alat pertukangan di Karawang dan Depok.
11)  Industri pertambangan

Industri pertambangan umumnya berupa industri besar dengan seluruh atau sebagian menggunakan modal asing. Misalnya tambang minyak oleh beberapa perusahaan asing di samping Pertamina milik Indonesia sendiri, tambang timah, tambang nikel, dan tambang tembaga. Tambang tembaga dikelola PT Freepost di Irian Jaya ternyata juga menghasilkan emas dalam jumlah yang cukup banyak.
12)  Industri pariwisata

Indonesia mempunyai potensi untuk mengembangkan industri pariwisata. Orang asing mengenal Indonesia sebagai negara yang indah panoramanya, beragam budayanya, dan ramah tamah orangnya. Indonesia berbenah diri untuk mengembangkan potensi pariwisata baik potensi alam budaya, maupun historis, guna meraih devisa yang besar. Pencanangan pariwisata Indonesia dimulai tahun 1991. tahun ini dinyatakan sebagai tahun kunjungan ke Indonesia atau visit “Indonesia Year 1991”. Dengan pencanangan ini diharapkan diharapakan diharapkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia meningkat.
Untuk itu perlu adanya peningkatan pelayanan terrhadap wisatawan seperti yang tercakup dalam program Saptapesona. Isi program Saptapesona adalah sebagai berikut:
1)      Keamanan
2)      Ketertiban
3)      Kebersihan
4)      Kesejukan
5)      Keindahan
6)      Keramahtamahan
7)      Kenangan
Kenangan yang perlu mendapatkan perhatian meliputi empat unsur :
a.       Akomodasi nyaman, bersih dan pelayanan yang memuaskan
b.      Makanan khas daerah yang lezat dan menarik
c.       Atraksi kebudayaan yang mempesona
d.      Cindera mata yang menawan dan murah harganya.

Para industri pariwisata yang menjadi objek wisata dibedakan dua macam, yaitu:

1.      Objek alam (pantai, taman laut, air terjun dan pemandangan alam lainya).
2.      Objek budaya (hasil seni, tarian, hasil kerajinan tangan, keramahtamahan, serta berbagai upacara adat).

7.      Program Pengembangan Masyarakat (CSR)
Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dimana pasal 74 menjelaskan  tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan bagi perusahaan yang menjalankan usahanya di bidang dan atau yang berkaitan dengan sumberdaya alam, menyatakan tentang kewajiban untuk pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
CSR merupakan tanggung jawab  sosial  perusahaan untuk menjaga kelancaran kegiatan operasional  perusahaan. Kenapa Perusahaan  melaksanakan CSR?.  Motif Internal: Kesadaran perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat; Motif Keamanan; Lingkungan yang kondusif dari masyarakat agar kegiatan operasional perusahaan berjalan lancar (security based on community);  Motif Tuntutan; adanya kebutuhan dari masyarakat; dan Motif bisnis yakni peningkatan produk value perusahaan agar dapat diterima pasar.
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau yang lebih dikenal sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. CSR merupakan fenomena strategi perusahaan yang mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan stakeholdernya.  CSR timbul sejak era dimana kesadaran akan sustainability perusahaan jangka panjang adalah lebih penting daripada sekedar profitability. Elkington (1998) telah mengemas CSR ke dalam tiga fokus: 3P, singkatan dari profit, planet dan people.  Perusahaan  yang  baik  tidak  hanya  memburu  keuntungan ekonomi  belaka (profit). Melainkan memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan (planet) dan kesejahteraan masyarakat (people).
Ada sejumlah unsur-unsur penting dalam CSR, yakni: partisipasi, kerjasama, kemandirian, serta peningkatan taraf hidup masyarakat. Bagi perusahaan, program CSR adalah suatu program yang dikembangkan untuk masyarakat  yang terkena dampak.  Pada prinsipnya program CSR yang dikembangkan, merupakan pelengkap dari program pembangunan yang dilakukan pemerintah maupun masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, kemitraan diantara ketiganya merupakan prasyarat CSR. Model relasi antar ketiganya serta tahap-tahap pengembangan CSR tersaji dalam gambar.
Gambar tersebut merupakan  salah satu model  pendekatan CSR yang dapat ditempuh oleh Perusahaan, Pemerintah Lokal (Kades dan Camat) dan Pemerintah Kabupaten serta masyarakat setempat. Model pendekatan tripartit ini dapat saja diaplikasikan dengan berbagai pendekatan lain yang dianggap lebih kooperatif.

 







                                                                                                                                                         




Model Pendekatan CD:  Hubungan Tripartit antara Perusahaan,Pemerintah dan Masyarakat









Pelaksana program CSR adalah Tim CSR dari masyarakat setempat yang ditunjuk oleh mereka sendiri. Tim ini terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, tokoh tani, ulama dan lain-lain sekaligus bertindak sebagai perencana program. Pelaksana program CSR juga bisa dilakukan oleh perusahaan, bila diminta masyarakat. Artinya, setelah disepakati oleh masyarakat, perusahaan dan Pemerintah tentang jenis kegiatan, biaya dan lokasi kegiatan, perusahaan bisa langsung merealisasikan kegiatan tersebut tanpa harus menyerahkan dana tunai ke masyarakat. Adapun peranan Pemerintah Kabupaten, Kecamatan dan desa terkait adalah memfasilitasi serta  mesinergikan atau menselaraskan program CSR yang diajukan masyarakat dengan program pembangunan yang direncanakan pemerintah.
Jika  program CSR yang diajukan masyarakat sama dengan program yang telah direncanakan pemerintah, maka perusahaan tidak harus menyediakan seluruh dana yang dibutuhkan, tetapi bisa bekerjasama dengan pemerintah setempat dalam merealisasikan program CSR yang diajukan masyarakat. Disamping itu, pemerintah juga sekaligus bertindak sebagai pengawas pelaksanaan program CSR. Kerjasama dan koordinasi dengan pemerintah perlu dilakukan guna meringankan beban biaya yang ditanggung   pihak perusahaan  serta untuk menghindari tumpang tindih pelaksanaan program. Selanjutnya perlu juga dikonfirmasikan dengan pemerintahan terkait mulai dari tingkat Desa, Kecamatan. Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi kecemburuan sosial baik antar individu atau kelompok masyarakat di sekitar wilayah studi.
Masyarakat setempat juga perlu tahu bahwa dana kompensasi CSR bukan dalam bentuk uang tunai (fresh-instant money), tetapi dikondisikan dalam bentuk pembinaan dan pemberdayaan keterampilan serta pendidikan masyarakat yang terkait dengan kegiatan perusahaan.
Program CSR ditujukan kepada  masyarakat yang tekena dampak yaitu masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan perusahaan. Sebagai cacatan bahwa program tersebut perlu disesuaikan dengan kemampuan perusahaan  dan kebutuhan masyarakat setempat yang terkait dengan wilayah studi.
Berdasarkan potensi sumberdaya alam dan kondisi sosial  ekonomi masyarakat, maka alternatif program CD yang dapat dilakukan  oleh perusahaan dengan criteria meliputi hal-hal sebagai berikut:
·     Kebutuhan Masyarakat: Program CSR disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
·     Spesifik : Program ditujukan sesuai dengan isu sosial yang spesifik dan dilakukan dengan pendekatan yang inovatif.
·     Potensial:Dalam jangka panjang, secara potensial akan dapat mengatasi isu-isu social.
·     Strategis: Program secara strategis ditujukan untuk mengantisipasi masalah sosial dan akan mempertegas pencapaian tujuan.
·     Kemitraan: Perencanaan program serta implementasinya dapat bermitra dengan pemerintah, LSM, dan perguruan tinggi.

Adapun alternatif jenis-jenis program CSR yang dapat dilakukan oleh perusahaan meliputi hal-hal sebagai berikut :
(1)   Peningkatan mutu pendidikan dan derajat kesehatan masyarakat;
(2)   Komponen kegiatan yang berkaitan dengan Pengadaan/rehabilitasi Sarana dan Prasarana;
(3)   Pelatihan keterampilan usaha kecil menengah (UKM);
(4)   Pertanian dan Perikanan;
(5)   Pembinaan dan Peningkatan Keterampilan Pemuda;
(6)   Kemitraan/ Peningkatan Aktifitas Ekonomi Rakyat;
(7)   Komponen Kegiatan Sosial Budaya.
8.      Beberapa persoalan yang dihadapi dalam masyarakat terkait dengan aktifitas industri sebagai bagian dari upaya kemajuan masyarakat itu sendiri.
  1. Kondisi sumber daya manusia yang tersedia yang tidak sinergik dengan kebutuhan sumber daya yang dibutuhkan industri itu sendiri.
a.       Kebanyakan industri yang hendak dibangun di suatu tempat adalah industri yang berskala besar dengan kebutuhan tenaga kerja yang juga besar, tetapi sebagian tenaga kerja yang ada rara-rata berpendidikan SMA ke bawa, dengan nol keterampilan (agak lumayan bagi mereka yang berasal dari SMK. Sedikit memiliki keterampilan khusus. (Komputer, Juru masak yg dari tata boga, bangunan, listrik dst).
b.      Industri besar, identik dengan pemanfaatan mesim-mesin dan mekanik yang serba canggih, sehingga hampir pemanfaatan tenaga manusia semakin berkurang. Karena tujuan atau sasaran dan prinsip utama dari sebuah industri adalah Efisiensi dan Evektifitas, mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya dengan pemanfaatan tenaga yang sekecil-kecilnya.
c.       Karena itu tidak mengherankan jika industri-industri yang dibangun di daerah-daerah atau di desa-desa menjadikan warga masyarakat sebagai penonton setia dan tidak terlibat sedikitpun dalam proses kegiatan industri. Pada saat seperti ini masyarakat sangat mudah tersulut emosi, gampang dipengaruhi dan pada saat seperti ini pula biasanya dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan perlawanan terhadap pihak pemilik industri dengan berbagai jenis tuntutan, termasuk tuntutan yang tidak mendasar.
-          Menuntut agar dipekerjakan
-          Menuntut agar lahan mereka diganti rugi dengan harga yang tentu sangat tinggi
-          Menuntut agar tenaga kerja lokal mendapat perhatian khusus
-          Menuntut agar gaji mereka tinggi
-          Menuntut agar mereka diberi hak cuti, hak mendapatkan pesangon sekalipun dia sendiri yang berhenti, bukan diberhentikan.
-          Menuntut agar usaha-usaha mereka dilibatkan dalam perusahaan.
-          Dll.
  1. Sumber daya alam yang tersedia dalam jumlah besar dan melimpah (diperebutkan investor) akibatnya dikelola dengan tidak memperdulikan kesinambungan dan keselamatan lingkungan.
  2. Kemanan (sekurity)
  3. Sumber daya energi (listrik) yang tidak mampu
  4. Proses birokrasi yang berbelit
  5. Pelayanan publik yang tidak kapabel (lempar sana lempar sini), padahal sejak puluhan tahun silam (debirokratisasi dan deregulasi)
  6. Perlawanan dari pihak LSM tertentu
  7. Modal (bagi industri kecil), lemahnya perhatian swasta, perbankan dsb. (banyak industri yang gulung tikar)
  8. Tidak ada studi kelayakan antara industri dengan pangsa pasar (keutuhan masyarakat setempat).
  9. Pencemaran lingkungan (Air, Udara, Bising dll).
9.      Dampak Industri Terhadap Masyarakat.
Tidak bisa diingkari bahwa hadirnya industri; disatu sisi jelas membawa dampak positip, namun di sisi lain jelas pula dampak negatifnya. Dampak positifnya antara lain:
a.       Hadirnya industri memberi peluang hidup yang lebih bagus, khuusnya masyarakat yang ada di sekitar industri
b.      Dengan hadirnya industri lowongan kerja terbuka bagi masyarakat
c.       Peluang berusaha-pun terbuka lebar bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang tidak sempat menjadi bagian dari industri (bukan karyawan/tenaga kerja).
d.      Membuka pola pikir masyarakat agar bisa memanfaatkan peluang-peluang yang terbuka (sebagai tenaga kerja dan sebagai pengusaha di sektor informal).
e.       Dapat mengangkat status sosial masyarakat (peningkatan status sosial ekonomi dan seterusnya).
f.       Bisa meningkatkan pendapatan asli daerah.
g.      Pembangunan inprastrukturbisa lebih maju pesat
h.      Lahan usaha bisa berubah dengan penghasilan yahg lebih memadai.
i.        Ada CSR yang bisa menjadi modal usaha bagi masyarakat
Namun demikian dampak negatifnya tidak bisa dihindari pula antara lain:
a.       Tata ruang berubah fungsi dari yang tertutup menjadi terbuka, sehingga terjadi pemanfataan lahan yang berlebihan.
b.      Dari aspek lingkungan pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan dapat mengakibatkan munculnya persoalan baru (misalnya banjir, longsor atau jenis kerusakan lingkungan lainnya)
c.       Biota perairan dan biota darat bisa akan semakin berkurang dan itu berarti merusak lingkungan alam.
d.      Pencemaran udara, air dan laut sangat bisa terjadi.
e.       Terjadi kebisingan yang dapat merusak pendengaran masyarakat
f.       Nilai-nilai dan norma-norma budaya yang ada di masyarakat bisa terkontaminasi dengan nilai- nilai baru yang masuk melalui sela-sela kehidupan masyarakat industri yang tidak sempat teramati dan terawasi.
g.      Pergaulan masyarakat di sekitar industri bisa berubah seketika dan tidak selamanya pergaulan tersebut bermakna positif.
h.      Yang jelas akan terjadi pergeseran nilai-nilai.

penulis @suastra



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kumpulan judul skripsi pilihan.

SELAMAT SIANG.  gue sebenrnya masih bingung mau ambil judul yang mana, siapa tau di antara temen2 ada yang cocok dan mudah untuk penger...