Hai,
Socius.saya hari ini mau membahas prospek kerja bagi lulusan Sarjana Sosiologi (S.Sos). Diantara kalian pasti banyak yang bertanya setelah jadi Sarjana Sosiologi nanti kerja apa ya. Apalagi masih banyak segelintir orang yang mungkin belum mengerti prospek kerja sarjana sosiologi ini. Nah, daripada bingung nih. Yuk disimak artikel ini sampai selesai. Semoga bermanfaat ^_^
Prospek Kerja Sarjana Sosiologi:
|
No.
|
Macam Kompetensi
|
Kualifikasi Bidang Kerja
|
Instansi
|
|
1.
|
Kompetensi utama: 1.
Pemahaman teori umum
2. Metodologi penelitian (kuantitatif dan kualitatif) 3. Analisis dan interpretasi data (kuantitatif dan kualitatif) 4. Kemampuan diplomasi (negosiasi, retorika) 5. Network (modal sosial) 6. Leadership 7. Penguasaan IT |
Bidang Kerja Utama: a. Social Analist
b. Peneliti/ Ilmuwan c. Konsultan d. Perencana Pembangunan e. Tenaga Pendidik |
- Instansi
Pemerintah (Misal; Bappenas/ Bappeda, Depsos, Menko Kesra dan Taskin, MenNeg
Pemberdayaan Perempuan, Depdiknas, Deptan dan Legislatif)
- Instansi Swasta (Corporate dan Sosial). |
|
2.
|
Kompetensi
Pendukung: 1. Metode Pemberdayaan Masyarakat
2. Communication Skill 3. Bahasa Inggris 4. Managerial skill 5. Pengembangan diri (ESQ). 6. Menulis ilmiah |
Bidang Kerja
Tambahan: a. NGO
b. Jurnalis c. Wirausaha Mandiri d. Analis Pasar |
Sebenarnya banyak peluang dan kesempatan karir yang bisa dicapai
oleh sarjana sosiologi, seperti perkerjaan sebagai guru, dosen, peneliti atau
konsultan. Untuk yang berminat bekerja sebagai dosen di PTN/PTS disarankan
untuk melanjutkan kuliah program S2 atau bergelar master. Peluang untuk jadi
guru di SMU di sejumlah wilayah di Indonesia sangat terbuka lebar sejak
beberapa tahun terakhir ini.
Pemda dan sejumlah departemen seringkali membutuhkan displin
sosiologi untuk mempelajari kondisi dan kebutuhan masyarakat. Hasil studi
tersebut mereka gunakan untuk bahan pertimbangan dan menentukan kebijakan
pembangunan (public policy) bagi masyarakat atau program kepentingan layanan
publik (social service).
Pemerintah juga membutuhkan ilmu sosiologi dalam merencanakan
kota, memberdayakan komunitas miskin, program bagi komunitas khusus kota (misal
nelayan, gelandangan, anak jalanan, sosialisasi-rehabilitasi), mendesain tata
ruang, masalah transportasi, lalu lintas (kemacetan kota).
Untuk pembangunan wilayah regional-perdesaan, pemerintah
memerlukan sarjana sosiologi untuk sejumlah kegiatan dan program. Mulai
dari tenaga peneliti di lapangan (interviewer), mediator maupun fasilitator
program permberdayaan masyarakat desa. Status pekerjaan ini bisa bersifat sebagai
pegawai tetap (PNS), proyek kerjasama, maupun sebagai mitra paruh waktu (part
time).
Sarjana sosiologi juga bisa berkiprah di perusahaan bisnis untuk
melakukan atau mengkoordinir sejumlah riset pasar yang nanti dapat dilakukan
oleh enumerator lapangan untuk sebuah produk. Pemahaman tentang prilaku
konsumsi dan prilaku konsumen tentu berhubungan dengan masalah sosial dan
budaya, karena menyangkut kebiasaan (habit) sikap (attitude) dan prilaku
(manner/behavior) dari masyarakat. Lapangan lain yang dapat diterjuni adalah
lembaga HRD atau Litbang perusahaan/instansi tersebut.
Di Indonesia pasca Orde Baru, cukup banyak tumbuh-berkembang
berbagai ornop, lembaga penelitian, dan pusat studi kajian, pers dan
penerbitan. Semua itu harusnya menjadikan peluang kerja sarjana sosiologi juga
bertambah dan beragam. Tak ada salahnya juga bekerja dalam dunia advokasi,
pendampingan rakyat, bagus juga jadi pengamat sosial atau terjun ke dunia
jurnalistik sebagai wartawan atau reporter (koresponden). Tentu saja
karir-karir tersebut memerlukan pemahaman yang baik terhadap masyarakat dan
keterampilan (ketajaman) akan analisis sosial yang lumayan.
sekian,,
salam gemainscaft
SEMOGA MEMBANTU ^-^
PENULIS suastra
sumber ;
<iframe
align="center" frameborder="yes" height="400px"
name="frame1" scrolling="auto" src=" http://hmjsos-unila.blogspot.co.id/2013/10/prospek-kerja-lulusan-sarjana-sosiologi.html
" style="border:
1px solid;" width="98%"></iframe>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar